Palangka Raya, Nusaborneo.com – Munculnya pantai dadakan di aliran Sungai saat musim kemarau rupanya tidak hanya menarik perhatian warga, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran.
Baru-baru ini, dua warga dilaporkan menjadi korban tenggelam saat bermain di lokasi sungai dadakan di kota Palangka Raya. Kejadian ini mengundang keprihatinan berbagai pihak, termasuk DPRD Kota Palangka Raya.
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, H.M. Khemal Nasery, menyampaikan belasungkawa dan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang terjadi. Serta berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, khususnya di lokasi-lokasi yang belum memiliki sistem pengamanan memadai.
“Kita turut prihatin atas peristiwa yang menimpa dua warga di kawasan wisata dadakan Pantai Gosong sungai dadakan. Musibah ini menjadi pengingat bagi kita semua pentingnya aspek keselamatan,” ucapnya, Senin (11/8/2025).
Kemunculan pantai dadakan akibat surutnya air sungai memang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Namun, menyayangkan belum adanya pengawasan resmi di area tersebut, padahal arus sungai tetap memiliki potensi membahayakan.
“Ketika air terlihat dangkal, banyak warga yang merasa aman untuk bermain. Namun kita tahu, arus sungai bisa tetap deras dan tidak terlihat dari permukaan. Ini tentu sangat berisiko, terutama bagi anak-anak atau mereka yang tidak bisa berenang,” tambahnya.
Terkait hal ini mengimbau kepada pemerintah daerah dan instansi terkait agar dapat segera mengambil langkah antisipatif. Salah satunya dengan memasang rambu peringatan, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta mempertimbangkan keberadaan petugas pengawas, terutama di musim kemarau.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Kami mendukung adanya upaya pengelolaan lokasi wisata secara bijak, agar tetap memberikan manfaat hiburan, tetapi tidak mengabaikan faktor keamanan,” ungkapnya.(yd)













