Muara Teweh, Nusaborneo.com – Bunda Guru Kabupaten Barito Utara, Hj Maya Savitri Shalahuddin, menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan sejak usia dini sebagai langkah membangun sumber daya manusia yang unggul di daerah.
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Barito Utara masa bakti 2025–2030 yang digelar di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Barito Utara, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PGRI Kalimantan Tengah Dr Diplan, pengurus PGRI dari sejumlah kabupaten, kepala sekolah, guru, serta para pemangku kepentingan bidang pendidikan di Barito Utara.
Dalam kesempatan itu, Maya memaparkan materi bertajuk “Jembatan Emas Pendidikan: Menyukseskan Wajib Belajar 13 Tahun melalui Implementasi SPMB 2026 dan SIP Pintar di Barito Utara.”
Menurut dia, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter dan kualitas anak pada masa pertumbuhan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus mendorong berbagai program pendidikan agar seluruh anak memperoleh layanan pendidikan yang merata dan berkelanjutan.
“Melalui kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun, petunjuk teknis SPMB 2026, serta Program SIP Pintar 2026, kami ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan hak pendidikan,” kata Maya.
Ia berharap berbagai program tersebut mampu menjangkau seluruh anak usia sekolah, sekaligus menekan angka putus sekolah yang disebabkan oleh faktor ekonomi.
Menurut Maya, keberhasilan program pendidikan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan para guru sebagai garda terdepan dalam proses pembelajaran.
Sementara itu, sambutan Bupati Barito Utara yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan Muhammad Iman Topik menyebutkan bahwa PGRI memiliki peran strategis dalam pembangunan pendidikan nasional maupun daerah.
Selama ini, kata dia, organisasi profesi guru tersebut telah menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperjuangkan kesejahteraan tenaga pendidik, serta memperkuat kompetensi guru.
“Guru merupakan ujung tombak pembangunan sumber daya manusia yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. Karena itu, sektor pendidikan terus menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Barito Utara,” ujarnya.
Ia juga berharap Konkerkab I PGRI dapat menjadi ruang diskusi bagi para pendidik untuk merumuskan program kerja yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan tantangan dunia pendidikan.
Ketua PGRI Kabupaten Barito Utara, Maslan, mengapresiasi kehadiran Bunda Guru dalam forum tersebut. Menurutnya, dukungan yang diberikan menjadi motivasi bagi para guru untuk terus meningkatkan profesionalisme dan menghadirkan inovasi dalam pembelajaran.
Melalui Konkerkab I PGRI masa bakti 2025–2030, organisasi tersebut diharapkan mampu melahirkan program-program yang memperkuat peran guru sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan demi terwujudnya sumber daya manusia yang unggul di Kabupaten Barito Utara. (red/at)













