Pemprov Kalteng

Pemprov Kalteng Minta Satgas Tak Kendur Tangani Karhutla Meski Hujan Mulai Turun

×

Pemprov Kalteng Minta Satgas Tak Kendur Tangani Karhutla Meski Hujan Mulai Turun

Sebarkan artikel ini
Sekda Kalteng Linae Victoria Aden memimpin rapat evaluasi tanggap darurat Karhutla bersama Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini, perwakilan BNPB, dan Kepala BMKG Kalteng di Ruang Bajakah, Palangka Raya, Rabu (21/10/2026). (Ist)

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) meminta seluruh unsur Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tetap siaga meski sejumlah wilayah mulai memasuki musim hujan. Hal itu ditegaskan dalam rapat evaluasi tanggap darurat Karhutla yang digelar di Palangka Raya.

Rapat berlangsung di Ruang Bajakah Lantai II, Rabu (21/10/2026). Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden memimpin rapat mewakili Gubernur Kalteng.

Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini, perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Kepala BMKG Kalteng.

Linae mengatakan, penanganan Karhutla masih membutuhkan kerja sama dan kesiapsiagaan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga instansi terkait lainnya.

“Karhutla masih perlu diwaspadai meskipun sebagian wilayah mulai memasuki musim hujan. Saya meminta seluruh jajaran pemerintah daerah dan unsur Satgas agar tidak mengendurkan kesiapsiagaan serta tetap melaksanakan penanganan secara maksimal,” kata Linae dalam sambutannya.

Dia menjelaskan, dalam kunjungan kerja Kepala BNPB bersama Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ke Kalteng, sejumlah arahan disampaikan untuk memperkuat penanganan Karhutla.

Menurutnya, Kepala BNPB menekankan pentingnya komando terpadu, pelaksanaan operasi sesuai kondisi di lapangan, serta keberlanjutan dukungan penanganan darurat, termasuk operasional Satuan Tugas Udara.

Sementara itu, KSAD menegaskan kesiapan TNI AD untuk mendukung percepatan penanganan Karhutla melalui penguatan personel dan sarana prasarana.

“Kepala Staf TNI Angkatan Darat juga menegaskan kesiapan TNI AD dalam mendukung percepatan penanganan melalui penguatan personel dan sarana prasarana,” ujarnya.

Linae juga meminta sinergi antara Pemprov Kalteng dan pemerintah kabupaten/kota terus diperkuat, terutama dalam menentukan status keadaan darurat Karhutla.

Dia menegaskan, penetapan status keadaan darurat di tingkat provinsi harus didasarkan pada status keadaan darurat kabupaten/kota, serta didukung kajian dan rekomendasi teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kita perlu mengambil keputusan bersama berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi nyata di lapangan, dan regulasi yang berlaku. Meminta pemerintah kabupaten/kota menyampaikan kondisi terkini dan hasil evaluasi status keadaan darurat secara objektif,” tegasnya.

Melalui rapat evaluasi tersebut, Pemprov Kalteng berharap koordinasi lintas sektor semakin solid sehingga langkah penanganan Karhutla dapat berjalan optimal sesuai perkembangan kondisi di lapangan. (red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *