News

Kapolda Kalteng Cek Karhutla Tanjung Puting, Waspadai Bara Api di Lahan Gambut

×

Kapolda Kalteng Cek Karhutla Tanjung Puting, Waspadai Bara Api di Lahan Gambut

Sebarkan artikel ini
Kapolda Kalteng saat meninjau lokasi karhutla di Camp Tanjung Harapan, Taman Nasional Tanjung Puting. (ist)

Pangkalan Bun, Nusaborneo.com – Hujan yang mengguyur kawasan Kalimantan Tengah belum membuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat, berakhir. Bara api yang masih berpotensi tersimpan di bawah lapisan gambut menjadi ancaman kebakaran susulan.

Untuk memastikan kondisi di lapangan, Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan turun langsung meninjau lokasi kebakaran di Camp Tanjung Harapan, Desa Sekonyer, Kecamatan Kumai, Rabu (28/10/2026) malam.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda didampingi sejumlah pejabat utama Polda Kalteng dan Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Joko Handono. Kunjungan ini difokuskan pada perkembangan penanganan kebakaran sekaligus memastikan kesiapan personel dalam mencegah api kembali meluas.

Setibanya di lokasi, Irjen Iwan terlebih dahulu mengecek posko penanggulangan karhutla yang menjadi pusat koordinasi petugas. Ia memastikan personel, logistik, serta peralatan pemadaman tersedia dan siap digunakan untuk mendukung penanganan di lapangan.

Kapolda juga menerima laporan dari Dansat Brimob Polda Kalteng mengenai kondisi terkini kawasan terdampak kebakaran. Paparan tersebut meliputi luas area yang terbakar, sebaran titik api, hingga perkembangan proses pendinginan yang dilakukan tim gabungan di lahan gambut.

Menurut Irjen Iwan, pengecekan langsung diperlukan untuk memastikan penanganan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan. Terlebih, kebakaran terjadi di kawasan taman nasional yang menjadi habitat berbagai satwa liar dan dilindungi.

“Kami ingin memastikan kondisi terkini di Camp Tanjung Harapan, serta mengecek kesiapan personel dan sarana prasarana pemadaman di lokasi. Penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional menjadi atensi khusus karena menyangkut habitat satwa yang dilindungi,” ujar Iwan.

Meski hujan telah turun dalam beberapa hari terakhir, potensi kebakaran belum sepenuhnya hilang. Pada lahan gambut, bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah sehingga berisiko kembali memicu kebakaran ketika kondisi mengering.

Karena itu, Kapolda meminta seluruh personel gabungan tidak lengah. Pemantauan titik rawan, proses pendinginan, dan langkah pencegahan harus terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala dan memicu perluasan kebakaran.

“Meskipun beberapa hari terakhir telah turun hujan, kita harus tetap waspada dan mengantisipasi kebakaran susulan akibat bara api yang masih tersimpan di bawah gambut dan belum sepenuhnya padam,” tegasnya.

Upaya tersebut menjadi penting untuk mencegah dampak kebakaran yang lebih luas, terutama terhadap kelestarian ekosistem Taman Nasional Tanjung Puting. Kawasan ini merupakan habitat satwa liar yang perlu dijaga dari ancaman kerusakan akibat kebakaran hutan dan lahan.

Di akhir peninjauan, Irjen Iwan menegaskan komitmen Polda Kalteng bersama seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi dalam penanganan karhutla. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat mempercepat penanganan sekaligus meminimalkan risiko kebakaran berulang.

Ia menekankan bahwa penanganan karhutla bukan hanya soal memadamkan api, tetapi juga menjaga lingkungan dan melindungi kawasan hutan agar tetap lestari.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari semangat Polri Bersama Masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla di Kalimantan Tengah. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *