News

Bukan Sekadar Padamkan Api, Relawan Karhutla Kalteng Dapat Apresiasi dari Kejati

×

Bukan Sekadar Padamkan Api, Relawan Karhutla Kalteng Dapat Apresiasi dari Kejati

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA : Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah Hendrizal Husin dan sejumlah pejabat kejaksaan, Dinkes serta relawan karhutla di Aula Kejati Kalteng, Palangka Raya, Kamis (29/10/2026).

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Di tengah panasnya api, kepulan asap, dan medan yang sulit, para relawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) tetap berdiri di garis depan. Mereka mempertaruhkan tenaga dan waktu demi melindungi masyarakat serta menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran.

Dedikasi para relawan tersebut mendapat apresiasi dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah. Penghargaan itu disampaikan dalam kegiatan Apresiasi Para Relawan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar di Aula Kejati Kalteng, Kamis (29/10/2026).

Kepala Kejati Kalteng Hendrizal Husin melalui sambutannya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para relawan yang selama ini telah berjuang menangani kebakaran hutan dan lahan.

“Atas nama jajaran Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, dan Wakil Ketua IV Posko Penanganan Tanggap Darurat Bencana Karhutla Provinsi Kalteng, saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh relawan Karhutla atas dedikasi, keberanian, dan pengabdian yang telah diberikan,” ujar Hendrizal.

Dia berharap setiap tenaga, waktu, dan pengorbanan para relawan dalam menyelamatkan masyarakat serta lingkungan menjadi amal kebaikan yang bernilai di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.

Menurut Hendrizal, perjuangan para relawan tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka menghadapi berbagai tantangan saat menjalankan tugas, mulai dari suhu panas, paparan asap, hingga kondisi medan yang sulit. Belum lagi keterbatasan peralatan yang terkadang harus dihadapi saat berupaya menjinakkan api.

Padahal, dampak Karhutla tidak hanya merusak vegetasi dan lahan. Kebakaran juga mengancam kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan, aktivitas pendidikan, hingga perekonomian warga.

“Di tengah berbagai tantangan tersebut, para relawan hadir di garis depan. Dengan peralatan yang terkadang terbatas, di tengah panas, asap, dan medan yang sulit, saudara-saudara tetap berupaya memadamkan api, melindungi permukiman, menjaga lingkungan, serta membantu masyarakat yang terdampak,” tuturnya.

Sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi para relawan, kegiatan tersebut turut diisi dengan pelayanan kesehatan dan pemberian suplemen vitamin.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memberikan perhatian kepada mereka yang selama ini ikut berjuang dalam penanganan Karhutla. Sebab, tugas pemadaman di lapangan membutuhkan kondisi fisik yang prima, terlebih ketika harus berhadapan dengan panas dan asap dalam waktu yang tidak sebentar.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Kepala Kejati Kalteng Agustian Sunaryo, Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Direktur RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya beserta jajaran, para asisten, Kepala Bagian Tata Usaha, para koordinator Kejati Kalteng, serta ketua dan anggota relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan se-Kalimantan Tengah.

Dalam kesempatan itu, Hendrizal juga mengingatkan bahwa penanganan Karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah membesar. Upaya pencegahan, deteksi dini, edukasi masyarakat, pengawasan, dan penegakan hukum harus berjalan beriringan.

Kejaksaan, kata dia, memiliki peran sesuai tugas dan kewenangannya, termasuk mendukung pencegahan tindak pidana, meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, serta melakukan penegakan hukum secara profesional terhadap perbuatan yang memenuhi unsur pelanggaran hukum.

“Kita harus membangun pemahaman bersama bahwa mencegah kebakaran jauh lebih baik daripada memadamkan api, dan menjaga alam merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Hendrizal pun mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi ancaman Karhutla. Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, dan para relawan dinilai penting agar upaya pencegahan dan penanganan kebakaran berjalan lebih efektif.

Dia berharap semangat gotong royong tersebut terus terjaga, sehingga para relawan dapat menjalankan tugas dengan dukungan yang memadai dan masyarakat semakin terlindungi dari dampak kebakaran.

“Mari kita satukan langkah, kuatkan sinergi, dan bulatkan tekad: Relawan Tangguh, Masyarakat Terlindungi, Hutan dan Lahan Terjaga, Kalimantan Tengah Bebas dari Ancaman Karhutla,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *