Muara Teweh, Nusaborneo.com – Pemrintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara (Barut), melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penggunaan dan Pengaplikasian Rekam Medik Elektronik (RME) di fasilitas kesehatan tingkat pertama se-Barito Utara, bertempat di Aula Dinas Kesehatan, Senin (04/08/2025).
Kegiatan ini dibuka secara resmi dibuka oleh Kepala Dinkes Barut, Pariadi AR, melalui Sekretaris Dinas (Sekdis) Ruyanto dan dihadiri oleh seluruh perwakilan Puskesmas, BPJS Kesehatan Cabang Muara Teweh, serta narasumber dari pihak vendor aplikasi RME, Indokes.
Dalam laporan kegiatan yang disampaikan Ketua Panitia Pelaksana, Abdurahman mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk tindak lanjut atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 serta Surat Edaran Nomor HK.02.01/Menkes/1030/2023 mengenai penerapan Rekam Medis Elektronik di fasilitas pelayanan kesehatan.
Dalam sambutannya, Ruyanto menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta, termasuk perwakilan dari vendor Indokes, BPJS Kesehatan Cabang Muara Teweh, tim mutu fasilitas pelayanan kesehatan, serta para pengelola RME di bidang PSDK.
“Kerja sama antara Dinas Kesehatan dan vendor Indokes sudah berjalan kurang lebih satu tahun. Kami sangat mengapresiasi dedikasi dan komitmen semua pihak, meskipun tentu masih terdapat berbagai tantangan teknis yang harus kita hadapi bersama,” ucap Ruyanto.
Ia menjelaskan, berbagai kendala di lapangan telah dihimpun, terutama terkait jaringan, perangkat komputer, dan tampilan aplikasi RME itu sendiri.
Hal ini menjadi perhatian serius agar sistem RME dapat berjalan optimal dan mendukung pelayanan kesehatan yang bermutu.
“Kami berharap vendor Indokes terus melakukan pengembangan dan pembaruan menyesuaikan kebutuhan di lapangan, demi kemudahan akses dan peningkatan kualitas layanan kesehatan,” tambahnya.
Pertemuan ini juga menjadi ajang evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan RME di seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama di Barito Utara. Ruyanto menegaskan pentingnya partisipasi aktif peserta dalam diskusi dan konsultasi, agar kendala teknis bisa segera ditemukan solusinya.
“Monitoring dan evaluasi ini sangat penting untuk memastikan sistem RME dapat berfungsi optimal dan berkembang sesuai kebutuhan. Saya harap peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkannya untuk bertanya dan berkonsultasi tentang masalah teknis di lapangan,” tegasnya.(red)













