Pemprov Kalteng

Silaturahmi Nyepi Hangatkan Kebersamaan, Gubernur Agustiar Buka Pintu Istana untuk Warga

×

Silaturahmi Nyepi Hangatkan Kebersamaan, Gubernur Agustiar Buka Pintu Istana untuk Warga

Sebarkan artikel ini
Gubernur H. Agustiar Sabran, bersama Pangdam XXII/TB, Mayjen TNI Zainul Arifin dan Forkopimda lainya saat silaturahmi Hari Raya Nyepi Tahun 2026 di Rujab Ketua DPRD Kalteng, Arton S. Dohong, Jumat (20/03/2026). (ist) 

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa dalam silaturahmi Hari Raya Nyepi Tahun 2026 (Tahun Baru Saka 1948) yang digelar di kediaman Ketua DPRD Kalimantan Tengah, Jumat (20/03/2026). Momentum ini menjadi ruang pertemuan lintas tokoh dan elemen masyarakat dalam semangat kebersamaan.

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, hadir bersama Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan dan Pangdam XXII/TB, Mayjen TNI Zainul Arifin, serta sejumlah unsur Forkopimda, memenuhi undangan Ketua DPRD Kalteng, Arton S. Dohong. Kehadiran para pimpinan daerah ini mencerminkan eratnya sinergi dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan di tengah masyarakat yang beragam.

Di tengah suasana penuh keakraban, Gubernur Agustiar menegaskan bahwa Hari Raya Nyepi bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan momen refleksi untuk memperkuat persatuan. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk melihat perbedaan sebagai kekuatan yang menyatukan.

“Perbedaan adalah kekuatan kita. Kalimantan Tengah harus tetap menjadi contoh daerah yang damai, rukun, dan menjunjung tinggi toleransi,” ujarnya dengan penuh penekanan.

Tak hanya menyampaikan pesan persatuan, Gubernur juga mengundang masyarakat luas untuk hadir dalam open house yang akan digelar di Istana Isen Mulang pada Sabtu, 21 Maret 2026. Ia menegaskan bahwa kediamannya terbuka bagi siapa saja yang ingin bersilaturahmi.

“Silakan masyarakat datang, ini rumah kita bersama. Momentum ini untuk mempererat silaturahmi tanpa sekat,” ajaknya.

Ajakan tersebut disambut positif sebagai langkah nyata membangun kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, ruang-ruang kebersamaan seperti ini dinilai penting untuk menjaga nilai gotong royong dan toleransi yang telah lama menjadi jati diri Bumi Tambun Bungai.

Silaturahmi Nyepi ini pun menjadi pengingat bahwa harmoni tidak hanya dibangun melalui kebijakan, tetapi juga lewat sentuhan kemanusiaan—pertemuan, percakapan, dan keterbukaan hati di antara sesama. (red/am)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *