Dalam sambutannya, Bupati Wiyatno menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momen penting untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW.
“Semoga dengan peringatan Maulid ini, kita semakin memperkuat iman, ukhuwah, serta membangun masyarakat Kapuas yang religius, rukun, dan sejahtera,” ujar Wiyatno.
Terkait MTQH ke-47, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk panitia, dewan hakim, dan para peserta dari 17 kecamatan. Menurutnya, MTQH bukan hanya ajang kompetisi membaca Al-Qur’an, tetapi juga media syiar Islam yang menumbuhkan semangat keislaman di tengah masyarakat.
“Saya berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi muda yang cinta Al-Qur’an, berakhlak mulia, dan mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Wiyatno mencanangkan program “Kapuas Mengaji” Tahun 2025, sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi “Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar”. Program ini menargetkan 2.000 peserta didik dari sekolah, madrasah, dan pondok pesantren untuk aktif dalam kegiatan mengaji secara rutin.
Ketua Umum LPTQ Kapuas, H. Suwarno Muriyat, melaporkan bahwa MTQH ke-47 diikuti oleh 530 peserta yang mengikuti 22 cabang lomba, baik putra maupun putri. Ia menegaskan bahwa program “Kapuas Mengaji” bertujuan menjadikan membaca dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai budaya di kalangan pelajar.
“Ini bukan sekadar kegiatan membaca, tapi pembinaan karakter dan akhlak melalui Al-Qur’an,” jelas Suwarno.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Dandim 1011/KLK Letkol Inf Pamungkas Army Saputro, menambahkan bahwa peringatan Maulid Nabi menjadi pengingat pentingnya meneladani sikap Rasulullah SAW yang penuh kasih sayang, kejujuran, dan kepemimpinan yang adil.
Acara ditutup dengan ceramah agama yang menyentuh nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, sebagai inspirasi membangun Kabupaten Kapuas yang religius dan harmonis.(red)













