Palangka Raya, Nusaborneo.com – Semangat kebersamaan kembali menggema dari Bumi Tambun Bungai. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan elemen masyarakat menggelar aksi kemanusiaan terpadu untuk membantu pemulihan korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hasilnya, total bantuan yang berhasil dihimpun mencapai Rp 9.145.223.600, menjadi salah satu bentuk solidaritas daerah terbesar yang dikirim Kalteng pada tahun ini.
Aksi penggalangan bantuan ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi merupakan kerja kolektif yang melibatkan banyak pihak. Kolaborasi tersebut mencakup Pemprov Kalteng, Kodam XII/Tanjungpura, Polda Kalteng, Kejati Kalteng, Binda Kalteng, Pengadilan Tinggi Palangka Raya, Lanud Iskandar, Lanal Kumai, pemerintah kabupaten/kota, Bank Kalteng, bank-bank Himbara, kalangan dunia usaha, perguruan tinggi, serta kontribusi masyarakat umum. Dari institusi hingga individu, seluruh elemen menunjukkan bahwa perhatian dan empati terhadap sesama tetap menjadi ciri khas masyarakat Kalteng.
Dalam prosesi pelepasan bantuan, suasana haru dan kebanggaan tampak menyatu. Banyak pihak menyampaikan bahwa aksi ini bukan hanya soal memberikan donasi, tetapi juga wujud nyata komitmen Kalteng untuk selalu hadir dalam setiap situasi kemanusiaan, baik di dalam maupun luar wilayah.
Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh unsur yang terlibat. Ia menegaskan bahwa gerakan solidaritas ini menunjukkan bagaimana nilai kebersamaan terus hidup dan tumbuh di tengah masyarakat Kalteng.
“Semoga bantuan ini membawa harapan baru dan mempercepat pemulihan saudara-saudara kita di wilayah terdampak. Kalteng hadir, karena kepedulian adalah jembatan untuk bangkit bersama,” ujar Gubernur.
Agustiar menambahkan bahwa bantuan tersebut tidak hanya berisi kebutuhan logistik, tetapi juga simbol dari doa serta dukungan moral seluruh masyarakat Kalimantan Tengah. Ia menekankan bahwa kebersamaan seperti ini harus terus dirawat agar menjadi kekuatan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan.
Bantuan kemanusiaan itu nantinya akan disalurkan secara langsung ke pemerintah daerah dan posko-posko penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Melalui koordinasi lintas lembaga, penyaluran bantuan diharapkan tepat sasaran dan dapat mempercepat pemulihan masyarakat yang tengah berjuang memulihkan kehidupan pascabencana.
Aksi kolaborasi ini menunjukkan bahwa Kalimantan Tengah tidak berdiri sendiri; provinsi ini menjadi bagian dari jaringan solidaritas nasional yang kuat. Dalam momen-momen krisis, Kalteng ingin memastikan bahwa kehadiran mereka membawa makna: bahwa Indonesia tetap satu dalam kepedulian dan kemanusiaan.
Dengan terkumpulnya lebih dari Rp 9 miliar bantuan, Kalteng kembali membuktikan bahwa semangat gotong royong bukan sekadar slogan, melainkan budaya yang mengakar dan terus hidup dalam denyut kehidupan masyarakatnya. (red)













