Mataram, Nusaborneo.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan pentingnya pembenahan tata kelola data sebagai strategi utama dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal itu disampaikan saat rapat koordinasi bersama pemerintah daerah se-Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram, Jumat (10/4/2026).
Menurutnya, integrasi antara data pertanahan dan perpajakan mampu mendongkrak penerimaan daerah secara signifikan tanpa harus membebani masyarakat dengan kenaikan tarif pajak.
“Sinkronisasi Nomor Induk Bidang (NIB) dengan Nomor Objek Pajak (NOP) terbukti dapat meningkatkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan hingga tiga kali lipat. Ini murni hasil perbaikan data,” ujar Nusron.
Ia mengungkapkan, selama ini masih banyak ditemukan ketidaksesuaian antara data bidang tanah dengan data objek pajak di berbagai daerah. Kondisi tersebut menyebabkan potensi penerimaan belum tergarap maksimal, bahkan berisiko menimbulkan ketimpangan dalam penetapan pajak.
Kementerian ATR/BPN mencatat, lemahnya integrasi data membuat sejumlah objek pajak tidak teridentifikasi secara akurat. Akibatnya, ada potensi kebocoran penerimaan serta ketidakadilan bagi wajib pajak.
Sejumlah daerah telah membuktikan efektivitas langkah ini. Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Sragen mampu meningkatkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan secara signifikan setelah menerapkan sistem integrasi data pertanahan dan perpajakan.
Dengan sistem tersebut, setiap bidang tanah memiliki identitas tunggal yang terhubung langsung dengan data pajak, sehingga meminimalkan duplikasi dan kesalahan pencatatan.
Nusron menilai, pendekatan serupa dapat diterapkan di NTB dengan memulai dari wilayah yang memiliki kesiapan data lebih baik sebagai proyek percontohan. Selain meningkatkan PAD, integrasi data juga dinilai mampu memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset dan pajak daerah.
“Ke depan, ini harus menjadi fondasi penting dalam pembangunan daerah. Sistem yang rapi akan menciptakan keadilan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat,” tegasnya. (red/foto:ist)













