Muara Teweh, Nusaborneo.com – Kalangan DPRD Kabupaten Barito Utara mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya aksi penipuan yang mencatut nama Bupati Barito Utara. Modus tersebut diketahui beredar melalui media sosial hingga aplikasi pesan instan seperti WhatsApp.
Anggota DPRD Barito Utara, H. Nurul Anwar, menyampaikan bahwa belakangan ini muncul sejumlah laporan terkait oknum yang mengatasnamakan kepala daerah untuk menawarkan bantuan, hadiah, bahkan meminta donasi kepada masyarakat.
“Informasi yang kami terima menunjukkan adanya pihak tidak bertanggung jawab yang menggunakan nama Bupati untuk kepentingan pribadi. Ini tentu sangat meresahkan dan harus diwaspadai bersama,” ujarnya di Muara Teweh, Senin (16/3/2026).
Ia menegaskan, masyarakat tidak boleh langsung mempercayai setiap pesan yang masuk, terutama dari akun atau nomor yang tidak jelas identitasnya. Menurutnya, kehati-hatian menjadi kunci utama agar tidak terjebak dalam praktik penipuan.
Nurul Anwar juga menekankan bahwa pemerintah daerah tidak pernah meminta masyarakat untuk mengirimkan uang atau memberikan data pribadi melalui pesan pribadi, baik di media sosial maupun aplikasi perpesanan.
“Jika ada pesan yang mencurigakan, sebaiknya diabaikan. Jangan mudah tergiur dengan tawaran bantuan atau hadiah yang tidak jelas sumbernya,” tegas politisi PKB tersebut.
Lebih lanjut, ia mengimbau warga untuk segera melaporkan kepada aparat berwenang apabila menemukan indikasi penipuan, termasuk akun palsu atau nomor telepon yang mengatasnamakan pejabat daerah.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan semakin bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Kewaspadaan dan saling mengingatkan sangat penting agar masyarakat tidak menjadi korban. Kita harus bersama-sama mencegah praktik penipuan ini,” pungkasnya. (red/at)













