Muara Teweh, Nusaborneo.com – Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti Rumah Jabatan Bupati Barito Utara, Rabu (25/3/2026). Satu per satu, para juara Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-33 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah bersiap menapaki perjalanan spiritual yang mungkin telah lama mereka impikan: berangkat ke Tanah Suci.
Di tengah momen itu, Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, tampak tak sekadar melepas, tetapi juga menyampaikan rasa bangga yang tulus. Baginya, para juara ini bukan hanya pemenang lomba, melainkan duta nilai-nilai Al-Qur’an yang tumbuh dari proses panjang—latihan, doa, dan ketekunan yang tak terlihat oleh banyak orang.
“Ini bukan hanya tentang menang. Ini tentang bagaimana Al-Qur’an hidup dalam diri generasi muda kita,” ucapnya dengan nada penuh makna.
Didampingi Wakil Bupati Felix Sonadir Y. Tingan dan Sekretaris Daerah Muhlis, Bupati menyerahkan secara simbolis uang saku kepada para jamaah. Bantuan sebesar Rp5 juta per orang itu bukan sekadar dukungan materi, tetapi juga bentuk perhatian agar para peserta dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang.
Di antara para jamaah, tersirat rasa haru yang sulit disembunyikan. Perjalanan ini bukan hanya hadiah, tetapi juga titik temu antara usaha panjang dan doa yang diam-diam dipanjatkan selama ini. Dari panggung MTQH hingga panggilan ke Tanah Suci, langkah mereka kini terasa begitu bermakna.
Bupati pun mengingatkan agar para jamaah menjaga kondisi fisik selama menjalankan rangkaian ibadah umroh yang padat. Ia juga menitipkan harapan sederhana namun dalam: agar setiap doa yang dipanjatkan turut membawa kebaikan bagi keluarga dan daerah.
“Jangan lupa doakan Barito Utara. Semoga daerah kita selalu diberkahi,” pesannya.
Momen pelepasan ditutup dengan ucapan “Bismillahirrahmanirrahim” yang dilantunkan penuh khidmat. Kalimat sederhana itu menjadi penanda dimulainya perjalanan suci—sebuah perjalanan yang tidak hanya mengubah langkah, tetapi juga diharapkan menguatkan hati.
Di hari itu, Muara Teweh tak hanya melepas rombongan jamaah umroh. Ia mengantar harapan, doa, dan kebanggaan yang ikut terbang bersama mereka menuju Tanah Suci. (red/at)













