DPRD Barut

Selamatan Adat Jadi Simbol Harapan Baru Warga Bintang Ninggi 2

×

Selamatan Adat Jadi Simbol Harapan Baru Warga Bintang Ninggi 2

Sebarkan artikel ini
syukur, tetapi juga harapan agar aktivitas ekonomi ke depan berjalan lancar tanpa hambatan.Anggota DPRD Barito Utara dari Dapil 4, Ardianto.

Muara Teweh, Nusaborneo.com – Suasana hangat kebersamaan terasa di Desa Bintang Ninggi 2, Kecamatan Teweh Selatan, Minggu (29/3/2026). Di tengah harapan yang kembali tumbuh, warga menggelar selamatan adat sebagai ungkapan syukur sekaligus penanda bangkitnya roda ekonomi yang sempat terhenti.

Tradisi tapung tawar khas Dayak Bakumpai itu digelar sederhana namun penuh makna di kawasan pelabuhan jetty, tempat yang selama ini menjadi tumpuan hidup masyarakat. Doa-doa dipanjatkan, bukan hanya sebagai wujud rasa syukur, tetapi juga harapan agar aktivitas ekonomi ke depan berjalan lancar tanpa hambatan.

Anggota DPRD Barito Utara dari Dapil 4, Ardianto, yang turut hadir, mengajak seluruh pihak untuk menjaga suasana yang kondusif. Menurutnya, ketenangan wilayah menjadi fondasi penting agar masyarakat bisa bekerja dengan aman dan usaha dapat terus berkembang.

“Ketika situasi aman dan kondusif, semua pihak diuntungkan. Masyarakat bisa bekerja, dan perusahaan pun dapat beroperasi dengan baik,” ujarnya.

Bagi warga, momen ini bukan sekadar ritual adat. Selamatan menjadi simbol kebersamaan setelah melewati masa sulit akibat terhentinya aktivitas jasa mooring yang berdampak langsung pada penghasilan mereka. Dalam beberapa bulan terakhir, ketidakpastian sempat membayangi kehidupan warga akibat persoalan lahan yang belum terselesaikan.

Ketua Pengurus Mooring Desa Bintang Ninggi 2, Erkanadi, mengungkapkan rasa lega atas kembalinya aktivitas di jetty. Ia menyebut, kegiatan selamatan ini menjadi titik awal untuk menata kembali kehidupan ekonomi masyarakat.

“Ini bukan hanya syukuran, tapi juga semangat baru bagi kami. Harapannya, ke depan tidak ada lagi gangguan, sehingga warga bisa bekerja dengan tenang,” katanya.

Kehadiran tokoh adat, tokoh agama, aparat keamanan, pemerintah desa, hingga pihak perusahaan dalam kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya sinergi yang terbangun. Di tengah dinamika yang sempat terjadi, kebersamaan menjadi kunci untuk menjaga harmoni.

Kini, suara aktivitas di pelabuhan kembali terdengar. Bagi warga Bintang Ninggi 2, itu bukan sekadar tanda berjalannya pekerjaan, melainkan tanda bahwa harapan mereka kembali hidup. (red/at)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *