Dalam paparannya, bupati menyampaikan bahwa program “Gaspol 11.12” dirancang sebagai langkah terintegrasi untuk menyasar langsung berbagai faktor penyebab stunting. Ia menilai pendekatan terpadu menjadi kunci agar intervensi yang dilakukan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Program ini mengedepankan kerja kolaboratif lintas sektor. Kami ingin memastikan setiap intervensi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
“Gaspol 11.12” mencakup sejumlah fokus utama, mulai dari peningkatan sanitasi lingkungan, penguatan ketahanan pangan keluarga, hingga perbaikan akses dan kualitas layanan kesehatan. Selain itu, edukasi gizi kepada masyarakat serta intervensi khusus bagi kelompok rentan juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya.
Bupati menegaskan, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat. Ia mendorong warga untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta rutin memanfaatkan layanan kesehatan seperti posyandu.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati turut didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan dan Sekretaris Daerah Drs Mluhlis.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara optimistis, melalui inovasi program dan sinergi lintas sektor, percepatan penurunan stunting dapat tercapai. Upaya ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa mendatang. (red/at)













