Muara Teweh, Nusaborneo.com – Ketua Komisi I DPRD Barito Utara, Hj Nety Herawati menyampaikan apresiasi atas partisipasi wakil Kabupaten Barito Utara dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Nasional 2026 yang digelar di Jakarta.
Menurutnya, keikutsertaan pelajar asal Barito Utara dalam festival tersebut menjadi bukti bahwa upaya pelestarian bahasa daerah terus mendapat perhatian, khususnya bahasa Dayak Taboyan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat lokal.
“Ini tentu menjadi kebanggaan bagi daerah. Bahasa daerah harus tetap dijaga agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” kata Nety Herawati di Muara Teweh, Kamis (21/5/2026).
Ia menilai festival bahasa ibu di tingkat nasional memiliki peran penting dalam menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap budaya daerahnya sendiri. Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan itu juga dinilai mampu memperkenalkan kekayaan budaya lokal ke tingkat lebih luas.
Nety menegaskan, pelestarian bahasa daerah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Menurutnya, dukungan sekolah, keluarga hingga lingkungan masyarakat sangat diperlukan agar penggunaan bahasa ibu tetap hidup di tengah masyarakat.
“Guru dan orang tua memiliki peran besar mengenalkan bahasa daerah sejak usia dini. Dengan begitu anak-anak tetap memiliki kebanggaan terhadap bahasa dan budaya leluhurnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan dukungan kepada Naura Agustina, siswi SDN 1 Benangin V yang mewakili Barito Utara pada festival nasional tersebut bersama guru pendamping Rika Deviliana.
Nety berharap peserta asal Barito Utara mampu tampil maksimal dan membawa nama baik daerah di tingkat nasional.
“Semoga bisa tampil percaya diri dan memberikan hasil terbaik untuk Barito Utara,” tuturnya.
Ia pun berharap keterlibatan Barito Utara di ajang nasional itu dapat memotivasi generasi muda lainnya untuk terus menjaga bahasa dan budaya daerah sebagai warisan yang harus diteruskan kepada generasi mendatang. (red)













