Palangka Raya, Nusaborneo.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai mematangkan rencana kerja sama strategis dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk memperkuat pembangunan dan pelayanan publik di kedua wilayah.
Pembahasan tersebut mengemuka dalam rapat penawaran kerja sama daerah yang digelar di Ruang Rapat Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Kalimantan Tengah, Kamis (4/6/2026).
Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Darliansjah mengatakan kerja sama antar daerah menjadi salah satu instrumen penting untuk mendorong percepatan pembangunan, terutama pada sektor-sektor yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut dia, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) perlu aktif menggali peluang kolaborasi yang dapat memberikan dampak nyata bagi daerah.
“Perangkat daerah diharapkan mampu menghadirkan inovasi dalam membangun kerja sama karena mekanisme dan payung hukumnya sudah tersedia melalui Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah,” kata Darliansjah.
Ia menegaskan, kerja sama yang nantinya dituangkan dalam nota kesepahaman maupun perjanjian kerja sama tidak boleh berhenti pada aspek administratif semata. Setiap kesepakatan harus memiliki implementasi yang jelas dan terukur agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Dari hasil pembahasan awal, terdapat sejumlah bidang yang dinilai berpotensi untuk dikembangkan bersama. Beberapa di antaranya meliputi sektor pendidikan, kesehatan, sosial, penanggulangan bencana, serta kelautan dan perikanan.
Darliansjah meminta masing-masing perangkat daerah menyampaikan kondisi terkini, peluang sinergi yang bisa diwujudkan, serta regulasi yang dapat menjadi dasar pelaksanaan kerja sama tersebut.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Kalimantan Tengah Jhon Lis Berger menjelaskan bahwa inisiatif kerja sama berawal dari penawaran yang disampaikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kepada Kalimantan Tengah.
Awalnya, usulan tersebut berfokus pada sektor pendidikan, khususnya terkait penerimaan peserta didik baru pada jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di wilayah perbatasan kedua provinsi.
Namun, setelah dilakukan kajian oleh Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah, ruang lingkup kerja sama dinilai dapat diperluas ke berbagai sektor lain yang memiliki kepentingan bersama.
“Potensinya tidak hanya pendidikan, tetapi juga penanganan kebakaran, kerawanan sosial, hingga sektor-sektor strategis lainnya yang dapat menguntungkan kedua daerah,” ujar Jhon Lis.
Selain itu, sektor kelautan dan perikanan disebut menjadi salah satu bidang yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui sinergi antarprovinsi.
Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah dan perwakilan instansi terkait yang nantinya berpotensi terlibat dalam pelaksanaan kerja sama antara Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. (red)













