Pemprov Kalteng

Patroli Udara Kapolda-Gubernur Kalteng Temukan Titik Api di Tengah Ancaman Karhutla

×

Patroli Udara Kapolda-Gubernur Kalteng Temukan Titik Api di Tengah Ancaman Karhutla

Sebarkan artikel ini
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, Wakil Gubernur Edy Pratowo, dan Pj Sekda Kalteng Linae Victoria Auliaty usai melakukan patroli udara dalam rangka mengantisipasi dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalteng, Sabtu (11/7/2026).

Pulang Pisau, Nusaborneo.com – Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran turun langsung melakukan patroli udara untuk memantau potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Pulang Pisau.

Patroli tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya. Kegiatan itu turut diikuti Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, pejabat utama Polda Kalteng, serta Kapolres Pulang Pisau AKBP Iqbal Sengaji.

“Dengan kondisi musim kemarau tahun ini yang berjalan lebih lama dari tahun sebelumnya, kami melakukan patroli udara untuk mengantisipasi karhutla yang dapat mengancam masyarakat,” ujar Iwan, Sabtu (11/7/2026).

Dalam patroli tersebut, tim menemukan dua titik api yang berada di wilayah Kabupaten Kapuas dan Kota Palangka Raya. Salah satu titik api diketahui sudah mulai mengalami kebakaran.

Temuan tersebut kemudian langsung dilaporkan kepada satuan tugas (satgas) penanganan karhutla untuk dilakukan tindak lanjut di lapangan.

“Kami juga sudah membentuk satuan tugas, melakukan apel pengecekan sarana dan prasarana, agar upaya antisipasi karhutla dapat berjalan secara maksimal,” jelasnya.

Iwan menegaskan, upaya pencegahan karhutla membutuhkan kerja sama dari seluruh pihak. Menurutnya, aparat tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Dia mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dampaknya dapat meluas, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat asap, hingga mengancam keselamatan warga.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar. Pencegahan adalah langkah paling efektif agar karhutla tidak terjadi,” pungkasnya. (red/tn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *