Pendidikan

Asap Karhutla Kepung Kampus, UPR Alihkan Kuliah Tatap Muka ke PJJ

×

Asap Karhutla Kepung Kampus, UPR Alihkan Kuliah Tatap Muka ke PJJ

Sebarkan artikel ini
Rektor UPR Prof. Dr. Salampak Dohong, MS berbincang dengan wartawan saat ikut memantau pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan kampus UPR, Rabu siang (2/9/2026).

Palangka Raya, Nusborneo.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak pada aktivitas perkuliahan di Universitas Palangka Raya (UPR). Pihak rektorat menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan mengalihkannya ke pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Kebijakan tersebut diterapkan untuk seluruh lingkungan kampus UPR di Jalan Yos Sudarso, Kota Palangka Raya. Aktivitas kampus pun tampak lebih sepi dibandingkan hari biasanya.

Rektor UPR Salampak M.S mengatakan keputusan mengalihkan perkuliahan ke sistem daring diambil demi keselamatan mahasiswa dan dosen. Kondisi kabut asap dinilai sudah cukup mengkhawatirkan.

“Kami tidak mungkin mengorbankan mahasiswa dan dosen, terlebih ada dosen yang sudah berusia lanjut. Untuk keselamatan, pembelajaran terpaksa dilakukan secara daring,” ujar Salampak, Rabu siang (2/9/2026).

Salampak mengatakan pelaksanaan PJJ akan terus dilakukan apabila kondisi kabut asap belum membaik. Pihak kampus masih memantau perkembangan kondisi udara sebelum memutuskan kembali menggelar perkuliahan secara tatap muka.

Selain mengalihkan sistem perkuliahan, pihak UPR juga ikut melakukan upaya pemadaman karhutla yang terjadi di sekitar kawasan kampus.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah mahasiswa mengaku harus beradaptasi dengan sistem pembelajaran jarak jauh. Salah satunya Satia, mahasiswa Fakultas MIPA Jurusan Matematika semester tiga.

Satia mengaku PJJ bukan pilihan yang sepenuhnya diinginkan mahasiswa.

“Namun, kondisi kabut asap membuat perkuliahan daring dinilai menjadi pilihan yang lebih aman”, ujar Satia.

Hingga kini belum ada kepastian kapan perkuliahan tatap muka di UPR kembali digelar. Pihak rektorat masih menunggu kondisi kabut asap membaik.

Rektorat juga mengimbau mahasiswa dan seluruh civitas akademika untuk ikut peduli terhadap penanganan karhutla. Sebab, kebakaran juga terjadi di sekitar kawasan kampus.

Luas area yang terbakar di kawasan UPR diperkirakan mencapai sekitar puluhan hektare. Penanganan karhutla pun dinilai membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah.

Masyarakat dan civitas akademika diharapkan turut berperan dalam mencegah serta membantu pemadaman karhutla agar kebakaran tidak semakin meluas dan kabut asap segera mereda. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *