NasionalNews

Warga Kapuas Jadi Korban Tewas KMP Mutiara Sentosa II, Tim Forensik Ungkap Penyebabnya

×

Warga Kapuas Jadi Korban Tewas KMP Mutiara Sentosa II, Tim Forensik Ungkap Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
Foto: Jenazah salah satu korban KMP Mutiara Sentosa II diserahkan kepada pihak keluarga, Senin (3/8/2026) malam. (Ist)

Surabaya, Nusaborneo.com – Duka menyelimuti keluarga Yedi Hendrawan (63), warga Jalan Keruing, Kecamatan Selat Dalam, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Yedi menjadi salah satu dari lima korban meninggal dunia dalam tragedi terbakarnya KMP Mutiara Sentosa II rute Surabaya-Makassar.

Yedi dipastikan meninggal setelah kapal terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, pada Minggu (2/8/2026) pagi. Identitasnya berhasil dipastikan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) dan Tim Forensik RS Bhayangkara Polda Jawa Timur.

Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Wahono Edhi P mengatakan identifikasi Yedi dilakukan berdasarkan kecocokan data primer dan sekunder.

“Identifikasi almarhum Yedi Hendrawan dipastikan melalui kecocokan data primer berupa rekam sidik jari, yang diperkuat dengan data sekunder meliputi rekam medis gigi, pemeriksaan fisik, serta verifikasi visual,” kata Wahono di RS Bhayangkara Surabaya, Senin (3/8/2026).

Hasil pemeriksaan forensik juga mengungkap fakta mengenai penyebab kematian para korban. Tim memastikan tidak ada korban yang meninggal akibat luka bakar secara langsung.

Para korban diduga meninggal dalam upaya menyelamatkan diri setelah kapal mulai terbakar. Asap pekat yang memenuhi kapal membuat sejumlah penumpang mengalami sesak napas dan penurunan kesadaran.

Dalam kondisi tersebut, korban kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan melompat ke laut. Namun, kondisi tubuh yang melemah membuat mereka tidak mampu bertahan di permukaan air.

Selain akibat menghirup asap, sebagian korban mengalami kelelahan ekstrem setelah terlalu banyak menelan air laut saat berusaha menyelamatkan diri.

“Tim forensik memastikan tidak ada korban yang meninggal karena luka bakar langsung. Rata-rata korban mengalami penurunan kesadaran akibat asap lalu tenggelam, atau lemas karena terminum air laut saat berusaha mengapung,” jelas Wahono.

Setelah proses identifikasi selesai, pihak berwenang kini berkoordinasi dengan keluarga Yedi serta pemerintah daerah. Jenazah tengah menjalani proses administratif dan pemulasaraan sebelum dipulangkan ke Kabupaten Kapuas.

Jenazah Yedi selanjutnya akan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya. (Red/jn)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *