Muara Teweh, Nusaborneo.com – Di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang berdampak pada aktivitas masyarakat, bantuan pangan menjadi salah satu bentuk dukungan yang dibutuhkan warga.
Bantuan pangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tersebut disalurkan kepada masyarakat terdampak karhutla di Kabupaten Barito Utara, Senin (21/9/2026).
Penyerahan bantuan berlangsung di halaman Kantor Bupati Barito Utara dan dihadiri Ketua DPRD Barito Utara Ir. Hj. Mery Rukaini, M.I.P.
Mery mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang memberikan bantuan kepada masyarakat di tengah kondisi karhutla dan kabut asap.
Menurut dia, bantuan tersebut bukan sekadar memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga yang aktivitasnya ikut terganggu akibat kondisi lingkungan.
“Kami tentu menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kepada masyarakat Barito Utara. Bantuan pangan ini sangat berarti, terutama bagi masyarakat yang terdampak karhutla dan mengalami keterbatasan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Mery saat menghadiri penyerahan bantuan, Senin.
Mery mengatakan, penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api. Dampak yang dirasakan masyarakat juga perlu menjadi perhatian, mulai dari kebutuhan pangan hingga kesehatan dan aktivitas sosial ekonomi.
Karena itu, dia berharap bantuan yang disalurkan dapat diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Dalam kondisi seperti sekarang, masyarakat membutuhkan dukungan bersama. Tidak hanya pemadaman, tetapi juga bagaimana dampak terhadap masyarakat dapat kita kurangi,” katanya.
Mery juga menekankan pentingnya kerja sama berbagai pihak dalam menghadapi karhutla di Barito Utara.
Menurut dia, pemerintah daerah membutuhkan dukungan pemerintah provinsi, aparat, perusahaan dan masyarakat agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih optimal.
Sebelumnya, Mery juga menyoroti kondisi sejumlah titik api yang berada jauh dari akses jalan. Kondisi tersebut membuat penanganan di lapangan membutuhkan sarana dan dukungan yang memadai.
“Kita harus terus memperkuat koordinasi. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga dukungan dari pemerintah provinsi, perusahaan dan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan,” ujarnya.
Selain penanganan, Mery mengingatkan pentingnya pencegahan. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan munculnya titik api, terutama di tengah kondisi yang rawan terjadi karhutla.
Menurut dia, pencegahan diperlukan agar kebakaran tidak meluas dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat dapat ditekan.
Mery berharap bantuan pangan yang diberikan pemerintah dapat sedikit meringankan beban warga yang terdampak.
“Kami berharap bantuan ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan dan dapat meringankan beban mereka. Yang tidak kalah penting, upaya penanganan dan pencegahan karhutla harus terus dilakukan secara bersama-sama,” pungkasnya. (red/at)













