Muara Teweh, Nusaborneo.com – Kabar duka menyelimuti Kalimantan Tengah. Mantan Bupati Barito Utara periode 2013–2023, H Nadalsyah Koyem, meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di Jakarta.
Jenazah tokoh yang akrab disapa H Koyem itu dijadwalkan tiba di Muara Teweh, Barito Utara, pada Selasa (6/10/2026) sore.
Sebelum dibawa pulang ke kampung halaman, jenazah diterbangkan dari Jakarta menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Selasa pagi. Dari Banjarmasin, jenazah kemudian melanjutkan perjalanan melalui jalur darat menuju Muara Teweh.
Kepergian H Koyem meninggalkan duka bagi keluarga, sahabat, kolega politik, hingga masyarakat Barito Utara dan Kalimantan Tengah.
Ia mengembuskan napas terakhir setelah hampir dua pekan menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam, Jakarta.
Ketua Umum Partai Demokrat yang juga Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), turut datang melayat ke rumah sakit.
AHY menyampaikan belasungkawa atas kepergian Nadalsyah yang dikenalnya sebagai sosok pemimpin sekaligus sahabat masyarakat.
“Kita kehilangan Bapak Nadalsyah, seorang yang sangat baik hatinya dan begitu menyayangi masyarakat. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah dan kebaikannya, berpulang dalam keadaan husnulkhatimah, serta diampuni segala dosanya selama di dunia,” kata AHY.
AHY juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan untuk melanjutkan cita-cita dan perjuangan yang telah dirintis Nadalsyah.
“Mari kita lanjutkan hal-hal baik yang beliau perjuangkan. Kita semua menjadi saksi bahwa almarhum adalah orang yang sangat baik,” ujarnya.
Duka juga disampaikan Bupati Barito Utara H Shalahuddin ST MT. Ia sebelumnya sempat membesuk Nadalsyah ketika masih menjalani perawatan di Jakarta.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Barito Utara, kami sangat berduka atas wafatnya Bapak Nadalsyah. Semoga Allah SWT menerima segala ibadah almarhum dan memberikan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan,” kata Shalahuddin.
Bagi masyarakat Barito Utara, Nadalsyah bukan sekadar mantan kepala daerah. Ia dikenal sebagai sosok yang perjalanan hidupnya dimulai dari bawah sebelum akhirnya menjadi pengusaha dan terjun ke dunia politik.
Nadalsyah lahir di Desa Lemo pada 12 Maret 1965. Ia tumbuh dari keluarga sederhana dan sejak kecil terbiasa bekerja keras.
Sebelum dikenal sebagai pengusaha dan politisi, Nadalsyah pernah membantu usaha bengkel perahu motor milik ayahnya. Ia juga pernah bekerja sebagai tukang tambal ban dan mekanik di Muara Teweh.
Dari pengalaman tersebut, ia perlahan membangun usaha hingga kemudian dikenal sebagai pengusaha sukses. Perjalanan hidup itu pula yang mengantarkannya ke dunia politik dan pemerintahan.
Nadalsyah dipercaya memimpin Kabupaten Barito Utara selama dua periode.
Pada periode pertama, 2013–2018, ia berpasangan dengan Drs Ompie Herby. Kemudian pada periode 2018–2023, ia kembali dipercaya memimpin Barito Utara, kali ini bersama Sugianto Panala Putra.
Selama menjabat, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu perhatian utama pemerintahannya. Pembangunan jalan dan jembatan hingga wilayah pelosok, peningkatan fasilitas kesehatan, serta pengelolaan sumber daya alam menjadi bagian dari program yang dijalankan.
Di luar pemerintahan daerah, Nadalsyah juga aktif di dunia politik. Ia dipercaya memimpin DPD Partai Demokrat Kalimantan Tengah.
Di bawah kepemimpinannya, Partai Demokrat Kalteng berkembang dan memperluas kiprahnya di berbagai daerah.
Kini, perjalanan panjang Nadalsyah telah berakhir. Jenazahnya dibawa kembali ke Muara Teweh, tempat ia tumbuh, bekerja, membangun usaha, dan kemudian mengabdikan diri sebagai kepala daerah.
Bagi keluarga dan masyarakat yang mengenalnya, kepulangan itu menjadi momen terakhir untuk mengantar seorang putra daerah kembali ke tanah kelahirannya. (red)













