NewsPemkab Barut

Tujuh Hari Dicari, Warga Kamawen yang Hilang di Hutan Belum Ditemukan

×

Tujuh Hari Dicari, Warga Kamawen yang Hilang di Hutan Belum Ditemukan

Sebarkan artikel ini
FOTO: Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang di kawasan hutan Desa Kamawen, Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara.

Muara Teweh, Nusaborneo.com – Tim SAR Gabungan menghentikan operasi pencarian terhadap Ujianto (70), warga Desa Kamawen, Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Ujianto dilaporkan hilang setelah pergi menyadap karet di kawasan Daleu menuju Lokpon, Desa Kamawen, pada Rabu (26/8/2026). Namun, hingga operasi pencarian hari ketujuh, keberadaannya belum diketahui.

Operasi SAR resmi dihentikan pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Meski demikian, pencarian tidak sepenuhnya berakhir karena akan dilanjutkan melalui pemantauan di sekitar lokasi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Palangka Raya AA. Ketut Alit Supartana mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi bersama keluarga korban dan seluruh unsur SAR yang terlibat.

“Operasi SAR dihentikan dan dilanjutkan dengan pemantauan karena sampai hari ketujuh keberadaan korban belum ditemukan,” kata Ketut Alit.

Menurut dia, penghentian operasi dilakukan sesuai prosedur dan mengacu pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan.

Ketut Alit menjelaskan, pemantauan akan tetap dilakukan setelah operasi resmi ditutup. Jika nantinya ditemukan petunjuk baru terkait keberadaan Ujianto, operasi SAR dapat kembali dibuka.

Upaya pencarian selama tujuh hari di kawasan hutan tidak berjalan mudah. Tim di lapangan menghadapi kendala berupa jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap.

Kabut asap tersebut merupakan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sekitar wilayah pencarian.

Dalam operasi tersebut, Tim Rescue Kantor SAR Palangka Raya bekerja bersama BPBD Barito Utara. Pencarian juga mendapat dukungan dari keluarga korban dan masyarakat setempat.

Ketut Alit menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pencarian Ujianto.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah bekerja keras dalam pencarian ini,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban karena upaya pencarian selama tujuh hari belum berhasil menemukan keberadaan Ujianto. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *