Pemkab Mura

Bawa Nama Daerah, Kafilah Murung Raya Siap Tampil di FSQ Kalteng

×

Bawa Nama Daerah, Kafilah Murung Raya Siap Tampil di FSQ Kalteng

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, saat melepas keberangkatan Kafilah FSQ Kabupaten Murung Raya untuk mengikuti FSQ XII tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di Kabupaten Kapuas. (ist)

Puruk Cahu, Nusaborneo.com – Semangat membawa nama baik daerah mengiringi keberangkatan Kafilah Festival Seni Qasidah (FSQ) Kabupaten Murung Raya (Mura). Para peserta dilepas untuk mengikuti FSQ XII tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar di Kabupaten Kapuas pada 14-19 Oktober 2026.

Pelepasan kafilah dilakukan Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, yang mewakili Bupati Heriyus. Kegiatan berlangsung di Aula Cahai Ondhui Tingang, Gedung B Kantor Bupati Murung Raya, kemudian dilanjutkan di halaman kantor bupati, Selasa (13/10/2026).

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Daerah Murung Raya Lynda Kristiane, Wakil Ketua I DPRD Murung Raya Dina Maulidah, jajaran pengurus DPD LASQI Nusantara Jaya Kabupaten Murung Raya, para ofisial, serta seluruh peserta kafilah.

Dalam sambutan tertulis Bupati Heriyus yang dibacakan Rahmanto, Pemerintah Kabupaten Murung Raya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang akan berjuang dalam ajang seni qasidah tingkat provinsi tersebut.

Keikutsertaan mereka diharapkan tidak sekadar menjadi pengalaman berkompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah dan mengharumkan nama Murung Raya.

“Keikutsertaan dalam Festival Seni Qasidah ini bukan hanya untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan potensi daerah sekaligus membawa nama baik Kabupaten Murung Raya di tingkat provinsi,” ujar Rahmanto.

Dia berharap seluruh peserta dapat memberikan penampilan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Pemkab Murung Raya juga optimistis kafilah mampu meraih hasil membanggakan, bahkan membuka peluang untuk melangkah ke tingkat nasional.

Namun, menurut Rahmanto, makna FSQ lebih luas daripada sekadar mengejar kemenangan. Festival ini juga menjadi wadah syiar Islam, memperkuat ukhuwah Islamiyah, sekaligus menjaga seni dan budaya Islami agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Dia menilai pembangunan daerah tidak cukup hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, seperti jalan dan jembatan. Pengembangan sumber daya manusia yang beriman, berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap budaya juga menjadi bagian penting dalam membangun Murung Raya.

“Pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, seperti jalan dan jembatan, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia yang beriman, berkarakter, berakhlak mulia dan berbudaya,” tuturnya.

Melalui ajang ini, para peserta diharapkan semakin mencintai seni qasidah dan nilai-nilai keislaman. Lebih dari itu, pengalaman mengikuti festival diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas, mempererat kebersamaan, serta membangun semangat untuk terus mengembangkan seni Islami di daerah.

Rahmanto pun berpesan agar seluruh anggota kafilah menjaga kesehatan, kekompakan, dan nama baik Kabupaten Murung Raya selama mengikuti rangkaian perlombaan di Kabupaten Kapuas.

“Bertandinglah dengan penuh semangat, jaga nama baik daerah dan jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus berprestasi serta mengembangkan seni Islami,” pungkasnya.

Kini, para peserta membawa harapan untuk memberikan yang terbaik bagi Murung Raya. Apa pun hasil yang diraih nantinya, keikutsertaan mereka menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi seni Islami sekaligus menunjukkan bahwa potensi generasi daerah layak mendapat ruang untuk berkembang. (red/lk) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *