Pemprov Kalteng

Saat Asap Karhutla Ganggu Nafkah Warga, Pemprov Kalteng Hadir Bawa Bantuan

×

Saat Asap Karhutla Ganggu Nafkah Warga, Pemprov Kalteng Hadir Bawa Bantuan

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran berdialog dengan warga penerima bantuan bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah, Senin (19/10/2026). (ist)

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah tak hanya mengancam kesehatan warga akibat kabut asap, tetapi juga berdampak pada penghasilan masyarakat. Di tengah situasi sulit tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan bantuan pangan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kabut asap pekat menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya, pada Senin pagi. Kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Dampak karhutla juga dirasakan para pekerja sektor informal. Terhentinya aktivitas penerbangan di bandara, misalnya, membuat sejumlah porter kehilangan kesempatan memperoleh penghasilan. Berkurangnya aktivitas penumpang secara langsung memengaruhi pendapatan mereka untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Di tengah kondisi tersebut, Pemprov Kalimantan Tengah menyiapkan 450 ribu paket bantuan bagi masyarakat terdampak karhutla. Setiap paket berisi sejumlah kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula, serta masker.

Penyaluran bantuan dilakukan di halaman Istana Isen Mulang, Kota Palangka Raya. Sebanyak 790 pekerja menerima bantuan dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari pengemudi ojek online (ojol), porter bandara, sopir taksi, petugas kebersihan, petugas keamanan bandara, sopir angkutan kota, hingga petugas terminal.

Bagi para pekerja yang penghasilannya bergantung pada aktivitas harian, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban di tengah menurunnya kesempatan mencari nafkah akibat dampak karhutla.

Salah seorang porter bandara, Benny, mengaku senang menerima bantuan dari pemerintah provinsi. Dia menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat yang terdampak situasi tersebut.

Bantuan kebutuhan pokok itu diharapkan dapat membantu Benny dan pekerja lainnya memenuhi kebutuhan keluarga, terutama ketika penghasilan sehari-hari tidak menentu.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan, penanganan dampak karhutla tidak hanya dilakukan melalui penyaluran bantuan pangan. Pemerintah provinsi juga berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat dengan menyalurkan 11 juta liter air.

Selain itu, sejumlah langkah penanganan darurat dilakukan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap. Upaya tersebut meliputi pendirian rumah oksigen, pembagian masker, obat-obatan dan vitamin, serta pemberian asuransi bagi relawan.

Agustiar berharap berbagai bantuan dan langkah penanganan tersebut dapat membantu masyarakat melewati masa sulit akibat karhutla.

Di tengah ancaman asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas ekonomi, bantuan pangan serta dukungan kebutuhan dasar menjadi salah satu upaya untuk menjaga masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap penyaluran bantuan tersebut dapat meringankan beban warga sekaligus membantu kelompok pekerja yang terdampak secara ekonomi akibat bencana karhutla. (red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *