Pemkab Mura

Balogo Kembali Bergema, Murung Raya Jadi Tempat Berkumpulnya Pecinta Tradisi

×

Balogo Kembali Bergema, Murung Raya Jadi Tempat Berkumpulnya Pecinta Tradisi

Sebarkan artikel ini
Bupati Murung Raya Heriyus didampingi Wakil Bupati Rahmanto Muhidin membuka Lomba Balogo Open Kalimantan Piala Murung Raya Hebat 2026 di GOR Tana Malai Tolung Lingu, Puruk Cahu, Sabtu (7/11/2026). (ist)

Puruk Cahu, Nusaborneo.com – Suasana GOR Tana Malai Tolung Lingu, Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, tampak semarak, Sabtu (7/11/2026). Ratusan pecinta olahraga tradisional Balogo dari berbagai daerah di Pulau Kalimantan berkumpul untuk mengikuti Lomba Balogo Open Kalimantan Piala Murung Raya Hebat 2026.

Turnamen yang mempertemukan para pemain Balogo tersebut resmi dibuka Bupati Murung Raya, Heriyus, didampingi Wakil Bupati Rahmanto Muhidin.

Tak sekadar menjadi ajang adu ketangkasan, kompetisi ini juga menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat untuk menjaga tradisi, mempererat persaudaraan, sekaligus mengenalkan kembali permainan warisan leluhur kepada generasi muda.

Dalam sambutannya, Heriyus mengatakan Balogo memiliki nilai budaya yang tidak boleh hilang ditelan perkembangan zaman. Permainan tradisional tersebut mengajarkan banyak hal, mulai dari ketangkasan, konsentrasi, strategi, kerja sama hingga kejujuran dan sportivitas.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi alasan penting mengapa Balogo perlu terus dilestarikan, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan hiburan digital.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menumbuhkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap olahraga tradisional sekaligus menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya,” ujar Heriyus.

Dia berharap turnamen ini tidak hanya melahirkan pemain-pemain berprestasi, tetapi juga memperluas hubungan persahabatan antardaerah. Sebab, menurutnya, olahraga tradisional bisa menjadi salah satu cara untuk menyatukan masyarakat melalui kecintaan terhadap budaya.

Heriyus juga mengingatkan seluruh peserta agar bertanding dengan penuh semangat dan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Baginya, kemenangan bukan satu-satunya hal yang harus dikejar dalam sebuah pertandingan.

Menjaga persaudaraan, menghormati lawan, serta membawa nama baik daerah juga menjadi bagian penting dari kompetisi tersebut.

Pesan khusus turut disampaikan kepada panitia, wasit, dan dewan juri agar menjalankan tugas secara profesional, adil, dan objektif sehingga pertandingan berjalan lancar serta memberikan rasa keadilan bagi seluruh peserta.

Pemerintah Kabupaten Murung Raya pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan pelestarian adat dan budaya daerah.

Melalui Piala Murung Raya Hebat 2026, Balogo diharapkan tidak hanya menjadi permainan yang dikenang oleh generasi tua, tetapi juga semakin digemari anak-anak muda.

Sebab, menjaga budaya bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan memastikan warisan leluhur tetap hidup dan bisa dinikmati oleh generasi yang akan datang. (red/lk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *