Buntok, Nusaborneo.com – Perum Bulog Kantor Cabang Barito Selatan menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada ribuan keluarga penerima manfaat di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah.
Bantuan tersebut merupakan program pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan diperuntukkan bagi 11.684 penerima di wilayah Barito Selatan.
Kepala Perum Bulog Barito Selatan, Fariz Jaya Permana, mengatakan setiap penerima memperoleh bantuan beras sebanyak 30 kilogram.
“Sebanyak 11.684 penerima pangan untuk wilayah Kabupaten Barito Selatan. Masing-masing penerima mendapatkan 30 kilogram beras,” ujar Fariz, Selasa (25/8/2026).
Menurut Fariz, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap. Pada Selasa, bantuan disalurkan kepada warga di Desa Pararapak sebanyak 222 penerima dan Desa Madara sebanyak 39 penerima.
Fariz menjelaskan, daftar penerima bantuan telah ditetapkan berdasarkan data yang dikoordinasikan melalui Kementerian Sosial (Kemensos).
Karena itu, masyarakat yang telah menerima bantuan pangan dari pemerintah pusat tidak lagi mendapatkan bantuan dengan program serupa dari Pemerintah Kabupaten Barito Selatan.
“Penerima bantuan pangan dari pemerintah pusat sudah diakomodasi melalui Kemensos RI. Apabila masyarakat sudah menerima bantuan dari pemerintah pusat, tidak akan mendapatkan bantuan pangan dari pemerintah daerah,” kata Fariz.
Fariz mengatakan mekanisme tersebut diterapkan untuk mencegah terjadinya penerima bantuan ganda.
Sementara itu, warga yang tidak masuk dalam penerima bantuan pemerintah pusat nantinya akan menjadi sasaran bantuan pangan dari Pemerintah Kabupaten Barito Selatan sesuai program yang tersedia.
“Apabila masyarakat tidak mendapatkan bantuan pangan dari pemerintah pusat, akan mendapatkan bantuan pangan dari pemerintah kabupaten. Ini agar tidak terjadi penerima ganda,” ujarnya.
Fariz berharap bantuan beras tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, terutama di tengah kondisi musim kemarau.
“Semoga dengan adanya bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat saat menghadapi musim kemarau,” pungkasnya. (red)













