Palangka Raya, Nusaborneo.com – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Di tengah kondisi tersebut, warga yang mengalami sesak napas, batuk, hingga keluhan kesehatan lainnya kini memiliki tempat untuk mendapatkan pertolongan awal secara gratis.
Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan telah menyiapkan 43 titik rumah oksigen yang tersebar di berbagai wilayah kota. Layanan tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat yang terdampak paparan kabut asap, terutama ketika gangguan pernapasan mulai dirasakan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, H. Riduan, mengatakan penyediaan rumah oksigen telah dicanangkan sejak Juli lalu.
Langkah itu dilakukan seiring meningkatnya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta munculnya kabut asap yang semakin pekat.
“Kami menyediakan rumah oksigen untuk mengantisipasi gangguan kesehatan yang ditimbulkan kabut asap,” kata Riduan.
Menurut dia, rumah oksigen dapat menjadi pertolongan pertama bagi warga sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan.
“Jika masyarakat mengalami sesak napas, batuk, pilek dan gangguan kesehatan lainnya akibat kabut asap, rumah oksigen ini sebagai pertolongan pertama yang bisa diakses sebelum dirujuk ke rumah sakit untuk penindakan lebih lanjut,” ujarnya.
Meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi salah satu pertimbangan Dinas Kesehatan dalam menyiapkan layanan tersebut.
Sebanyak 43 titik rumah oksigen saat ini tersebar di 11 puskesmas, puskesmas pembantu, hingga sejumlah kelurahan. Setiap titik telah dilengkapi tabung oksigen yang dapat digunakan warga yang membutuhkan.
Keberadaan layanan tersebut diharapkan membuat warga tidak harus menunggu kondisi semakin parah untuk mendapatkan pertolongan.
Terlebih, paparan asap dapat membuat kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga dengan gangguan pernapasan membutuhkan perhatian lebih.
Agar layanan tetap berjalan, Dinas Kesehatan mengerahkan tenaga dari puskesmas sesuai wilayah kerja masing-masing.
Pelayanan juga mendapat dukungan dari Universitas Eka Harap Palangka Raya. Sejumlah mahasiswa tingkat akhir dilibatkan untuk membantu petugas dalam memberikan pelayanan kepada warga.
Rumah oksigen tersebut disiagakan selama 24 jam. Dengan layanan itu, pemerintah berharap warga yang mengalami keluhan akibat kabut asap dapat segera memperoleh pertolongan tanpa harus langsung menunggu kondisi darurat.
Bagi masyarakat, keberadaan rumah oksigen menjadi salah satu ruang untuk bernapas lebih lega ketika udara di luar rumah kembali dipenuhi asap. (red)













