Uncategorized

DLH Palangka Raya Siapkan Langkah Hadapi Perubahan Iklim, Warga Diajak Ikut Bergerak

×

DLH Palangka Raya Siapkan Langkah Hadapi Perubahan Iklim, Warga Diajak Ikut Bergerak

Sebarkan artikel ini
FOTO Bersama : Kepala DLH Kota Palangka Raya, Untung Sutrisno, berfoto bersama dalam kegiatan Penguatan Kebijakan Daerah melalui Diseminasi Rekomendasi Perubahan Iklim dan Kebencanaan Kota Palangka Raya di Aquarius Boutique Hotel, Kamis (22/10/2026). (ist) 

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Ancaman banjir, kekeringan, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi tantangan yang perlu diantisipasi bersama di Kota Palangka Raya. Untuk mengurangi risiko tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya mendorong pengelolaan lingkungan berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah dan masyarakat.

Kepala DLH Kota Palangka Raya, Untung Sutrisno, mengatakan upaya menghadapi perubahan iklim tidak cukup hanya dengan menanam pohon atau melakukan sosialisasi. Diperlukan perencanaan yang tepat, perlindungan ekosistem, serta keterlibatan berbagai pihak agar upaya menjaga lingkungan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Penguatan Kebijakan Daerah melalui Diseminasi Rekomendasi Perubahan Iklim dan Kebencanaan Kota Palangka Raya di Aquarius Boutique Hotel, Kamis (22/10/2026).

Untung menjelaskan, kondisi geografis Palangka Raya yang memiliki keterkaitan erat dengan ekosistem gambut, sungai, dan lahan basah membutuhkan pendekatan khusus dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Menurutnya, perubahan kondisi lingkungan berpotensi memicu berbagai bencana yang tidak hanya berdampak pada alam, tetapi juga mengganggu aktivitas dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Upaya menghadapi perubahan iklim tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan penanaman pohon atau sosialisasi semata, tetapi juga memerlukan perencanaan yang tepat, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, serta keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan,” ujar Untung.

Ia menuturkan, risiko banjir, kekeringan, cuaca ekstrem, hingga karhutla yang menimbulkan kabut asap perlu diantisipasi melalui langkah adaptasi dan mitigasi yang sesuai dengan karakteristik wilayah serta kebutuhan masyarakat setempat.

Karena itu, pengelolaan sampah, perlindungan dan pemulihan ekosistem, pengelolaan kawasan gambut, serta pengendalian karhutla menjadi bagian penting dalam upaya menjaga lingkungan di Palangka Raya.

Selain memperkuat kebijakan di tingkat pemerintah daerah, DLH Palangka Raya juga mendorong penguatan Program Kampung Iklim (Proklim) di tingkat kelurahan.

Melalui program ini, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat kebijakan lingkungan, tetapi juga terlibat langsung dalam menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.

Partisipasi masyarakat dinilai penting karena upaya menghadapi perubahan iklim membutuhkan kebiasaan dan tindakan nyata yang dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pengelolaan sampah hingga menjaga kelestarian lingkungan.

Untung menegaskan, pelaksanaan berbagai program tersebut tidak dapat hanya mengandalkan DLH. Koordinasi lintas perangkat daerah, dukungan pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta keterlibatan masyarakat dan dunia usaha diperlukan agar upaya yang dilakukan berjalan selaras.

“Keberhasilan upaya tersebut tidak dapat dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup sendiri. Diperlukan sinergi dan koordinasi lintas perangkat daerah, dukungan pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta partisipasi aktif masyarakat dan dunia usaha,” katanya.

Ia menambahkan, perlindungan dan pemulihan ekosistem harus berjalan beriringan dengan pengelolaan kawasan gambut serta pengendalian karhutla. Koordinasi yang berkesinambungan diperlukan agar setiap program dapat terlaksana secara efektif dan saling mendukung.

Melalui penguatan kebijakan daerah dan keterlibatan berbagai pihak, Untung berharap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Palangka Raya semakin terarah.

Dengan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, risiko bencana diharapkan dapat diantisipasi dengan lebih baik, sekaligus menjaga kelestarian alam dan mendukung kesejahteraan masyarakat. (red/yd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *