Pemkab Kapuas

Kapuas Mantapkan RAD 2025: Penguatan Data Jadi Fondasi, Sinergi Lintas Sektor Diutamakan

×

Kapuas Mantapkan RAD 2025: Penguatan Data Jadi Fondasi, Sinergi Lintas Sektor Diutamakan

Sebarkan artikel ini
Suasana Sosialisasi RAD 2025 yang digelar di aula Bapperida Kapuas, Kamis (04/12/2025). (Ist)

Kuala Kapuas, Nusaborneo.com – Upaya memperkuat arah pembangunan daerah kembali digelorakan Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui kegiatan Sosialisasi Rencana Aksi Daerah (RAD) 2025 yang digelar di aula Bapperida Kapuas, Kamis (04/12/2025). Sejumlah pemuda, perwakilan organisasi, serta instansi pemerintah hadir untuk menyamakan langkah menghadapi siklus perencanaan tahun mendatang.

Kegiatan ini diinisiasi Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kapuas sebagai bagian dari proses penyesuaian kebijakan daerah dengan agenda nasional. Plt. Kepala Disparbudpora Kapuas, Marlina Kasyfiatie, SE., M.AB, dalam sambutannya menekankan bahwa sosialisasi RAD bukan sekadar agenda formal tahunan, melainkan ruang untuk membangun pemahaman bersama.

“RAD perlu dipahami sebagai dokumen strategis yang melibatkan banyak pihak. Melalui sosialisasi ini, kami ingin menyatukan persepsi para pemangku kepentingan dan pemuda mengenai arah kebijakan RAD 2025,” ujarnya.

Marlina juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam proses perencanaan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor dan partisipatif adalah syarat utama agar indikator kinerja RAD dapat dicapai secara terukur dan berkelanjutan.

Para narasumber dari Dispora Provinsi Kalimantan Tengah, Bapperida Kapuas, hingga BPS Kapuas memberikan berbagai perspektif mengenai tantangan pembangunan ke depan. Sorotan terbesar tertuju pada transisi menuju era baru perencanaan nasional, seiring berjalannya RPJPN 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029 yang menekankan kebijakan berbasis data.

“Data tidak lagi sekadar angka dalam laporan. Ia menjadi penuntun untuk menentukan program yang tepat sasaran,” ujar salah satu pemateri.

Pembahasan mengenai Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) menjadi materi yang paling menarik perhatian peserta. Lima domain utama IPP—pendidikan dan pelatihan, kesehatan, ketenagakerjaan layak, partisipasi dan kepemimpinan, serta inklusivitas dan kesetaraan gender—disebut sebagai indikator penting untuk membaca kualitas generasi muda Kapuas.

Para peserta menilai, pemetaan IPP dapat memberikan gambaran realistis tentang posisi pemuda saat ini sekaligus arah pembangunan yang harus ditempuh pada 2025.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kapuas kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat basis data dan memperluas ruang kolaborasi. Partisipasi aktif pemuda disebut sebagai elemen vital dalam menopang target pembangunan daerah dan mendukung visi nasional menuju Indonesia Emas 2045. (Red/hp)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *