Pulang Pisau, Nusaorneo.com – Dalam pelaksanaan rencana pembangunan triwulan III tahun anggaran 2023, bedarsaakan data dari tim evaluasi dan pengawasan realisasi angaran atau tepra yang dirilis pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bahwa realisasi belanja daerah Kabupaten Pulang Pisau berada pada posisi 14 dari 14 kabupaten/kota se-Kalteng.
Pada rapat koordinasi pengendalian dan evaluasi (Rakordalev), itu Selasa (10/10-2023)
Pj. Bupati menyampaikan bahwa melalui rapat ini diharapkan kendala-kendala yang dihadapi baik dalam pelaksanaan program dan kegiatan maupun dalam penyerapan anggaran dapat teridentifikasi dan dirumuskan solusinya bersama-bersama.
Sebagai tindak lanjut perubahan APBD Kabupaten Pulang Pisau tahun 2023 yang telah dilaksanakan pada Agustus 2023 lalu, dimana terdapat penambahan belanja daerah sebesar 19,80 persen atau 227 miliyar rupiah lebih. Maka diperlukan kerja keras dan kerja cepat dari kita semua dalam rangka penyelesaian seluruh target rencana program dan kegiatan pembangunan.
Terkait realisasi penyerapan anggaran Kabupaten Pulang Pisau per 30 September 2023, menurutnya masih jauh dari target yaitu 80 persen pada triwulan III tahun 2023.
Berdasarkan data tepra yang dirilis oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, realisasi belanja daerah Kabupaten Pulang Pisau berada pada posisi 14 dari 14 kabupaten kota yaitu dengan realisasi keuangan sebesar 49,47 persen dan realisasi fisik 56,57 persen.
“Saya instruksikan agar seluruh kepala perangkat daerah segera melakukan konsolidasi dengan jajarannya masing-masing, khususnya bagi perangkat daerah yang serapan anggarannya masih kecil untuk segera memacu pelaksanaan program dan kegiatan masing-masing, sehingga pada Oktober ini progres peningkatan serapan anggaran Kabupaten Pulang Pisau secara keseluruhan dapat meningkat secara signifikan,” katanya.
Ini mengingat kita sudah berada di ujung tahun anggaran 2023 atau triwulan IV tahun 2023, ucap Nunu selaku PJ. Bupati.
Yang menjadi perhatian kita semua lanjutnya adalah bagaimana output dari setiap kegiatan tersebut dapat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat, pemulihan ekonomi masyarakat dan pengurangan angka kemiskinan daerah.
Dalam kesempatan tersebut Pj. Bupati juga menyampaikan, sebagai tindak lanjut terhadap meningkatnya intensitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akhir-akhir ini di Kalimantan Tengah khususnya di Kabupaten Pulang Pisau, maka saat di daerah kita telah menaikkan status siaga menjadi tanggap darurat karhutla.
“Saya meminta agar seluruh pihak segera berkoordinasi untuk menyikapi status karhutla tersebut. Khususnya badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan segera melakukan antisipasi seiring semakin pekatnya kabut asap akibat karhutla,” katanya.
Kepada seluruh ASN di lingkup Kabupaten Pulang Pisau ia juga mengingatkan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan jika harus berada di luar ruangan agar dapat menggunakan masker untuk menghindari dampak gangguan infeksi saluran pernafasan akut. (Ty)













