Pemprov Kalteng

Pj Sekda Resmikan Isen Mulang Akademi, Tempat Baru untuk Pulihkan Korban Penyalahgunaan Narkoba

×

Pj Sekda Resmikan Isen Mulang Akademi, Tempat Baru untuk Pulihkan Korban Penyalahgunaan Narkoba

Sebarkan artikel ini
Pj Sekda Kalteng, Linae Victoria Aden bersama Direktur RSJ Kalawa Atei, Seniriaty, usai meresmikan Gedung Rehabilitasi Napza Isen Mulang Akademi di RSJ Kalawa Atei, Bukit Rawi, Kabupaten Pulang Pisau, Rabu (15/7/2026). Fasilitas tersebut diharapkan menjadi pusat rehabilitasi yang memberikan layanan pemulihan secara terpadu bagi penyalahguna napza. (ist) 

Pulang Pisau, Nusaborneo.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus memperkuat upaya penanganan penyalahgunaan narkoba, salah satunya dengan menghadirkan fasilitas rehabilitasi yang lebih memadai. Komitmen itu ditandai dengan peresmian Gedung Rehabilitasi Napza Isen Mulang Akademi di Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei, Bukit Rawi, Kabupaten Pulang Pisau, Rabu (15/7/2026).

Peresmian dilakukan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, mewakili Gubernur Kalteng.

Dalam sambutannya, Linae mengatakan keberadaan gedung rehabilitasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya bagi korban penyalahgunaan narkoba yang membutuhkan pemulihan.

“Fasilitas ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, lebih manusiawi, dan komprehensif bagi masyarakat Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Menurut Linae, proses rehabilitasi tidak hanya bertujuan menghentikan ketergantungan terhadap zat adiktif, tetapi juga mengembalikan kualitas hidup seseorang secara menyeluruh.

Ia berharap Isen Mulang Akademi menjadi pusat rehabilitasi yang mampu menghadirkan layanan medis, psikologis, sosial, spiritual, hingga rehabilitatif secara terpadu, sehingga para pasien memiliki kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih sehat dan produktif.

Sementara itu, Direktur RSJ Kalawa Atei, Seniriaty, menjelaskan nama Isen Mulang Akademi dipilih karena mengandung filosofi masyarakat Kalimantan Tengah yang berarti pantang menyerah dan terus berjuang.

Menurutnya, semangat tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi setiap pasien yang menjalani proses pemulihan.

“Pemulihan bukan akhir dari perjalanan, tetapi awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sehat, dan lebih berdaya,” katanya.

Gedung rehabilitasi milik Pemprov Kalteng itu memiliki 100 kamar tidur dengan kapasitas layanan sekitar 70 hingga 80 pasien. Fasilitas tersebut didukung tiga dokter spesialis kejiwaan, satu dokter subspesialis psikiatri adiksi, serta tenaga kesehatan yang telah mendapatkan pelatihan khusus.

Setiap pasien akan menjalani program rehabilitasi selama 90 hari atau sekitar tiga bulan. Pemerintah berharap kehadiran Isen Mulang Akademi dapat memperkuat penanganan penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Tengah, mengingat persoalan tersebut masih menjadi tantangan bersama yang membutuhkan keterlibatan semua pihak. (Red/Shah)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *