Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, para asisten, serta sejumlah kepala perangkat daerah. Rombongan meninjau langsung instalasi pengolahan air, memeriksa sistem filtrasi dan pengendapan, hingga mengevaluasi mekanisme distribusi ke pelanggan.
Bupati H. Shalahuddin menegaskan bahwa pelayanan air bersih tidak boleh dianggap sebagai hal biasa, melainkan kebutuhan mendasar yang menyangkut kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia meminta jajaran manajemen PDAM agar responsif terhadap setiap keluhan warga.
“Kita ingin memastikan air yang diterima masyarakat benar-benar layak konsumsi, tidak keruh, tidak berbau, dan memenuhi standar kesehatan. Jika ada kendala, segera ditangani tanpa menunggu keluhan berlarut,” ujarnya.
Selain memeriksa aspek teknis, Bupati juga berdialog dengan pihak manajemen dan petugas lapangan untuk mengetahui tantangan yang dihadapi, mulai dari kondisi infrastruktur hingga kapasitas produksi air baku. Ia mendorong adanya peningkatan pengawasan internal serta perawatan rutin terhadap fasilitas pengolahan.
Menurutnya, sidak ini bukan sekadar pengawasan, tetapi juga bentuk dukungan pemerintah daerah agar PDAM mampu meningkatkan kinerja dan profesionalisme pelayanan. Pemerintah Kabupaten Barito Utara pun berkomitmen melakukan evaluasi berkala demi menjamin keberlanjutan pasokan air bersih bagi masyarakat.
Dengan langkah pengawasan langsung ini, diharapkan pelayanan PDAM Muara Teweh semakin optimal dan mampu memenuhi harapan warga akan akses air bersih yang aman dan berkualitas. (red/at)













