News

35.085 Kepala Keluarga Terdampak Banjir di Enam Kabupaten dan Kota Se-Kalteng

×

35.085 Kepala Keluarga Terdampak Banjir di Enam Kabupaten dan Kota Se-Kalteng

Sebarkan artikel ini
Foto Istimewa.

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Banjir yang melanda enam Kabupaten dan Kota di wilayah Kalimantan Tengah, membuat  35.085  Kepala Keluarga (KK) atau 107.245 jiwa terdampak. Sedangkan bangunan rumah penduduk yakni sebanyak 21.055 unit yang terendam air.

Data tersebut hasil rekapitulasi dari Badan Penannggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalimantan Tengah, pertanggal 19 Januari 2024 yang diterima Nusaborneo.com.

Menurut Kalaksa BPBPK Kalteng, Ahmad Toyib mengatakan Banjir yang melanda enam Kabupaten Kota saat ini berasal dari luapan beberapa sungai di wilayah Kalimantan Tengah akibat curah hujan tinggi yang tahun ini memasuki musim penghujan.

tak hanya bangunan rumah penduduk, sejumlah fasilitas umum seperti, bangunan pendidikan, kesehatan, tempat ibadan, jalan dan jembatan ikut terendam dengan jumlah sebanyak 466 bangunan. Dengan ketinggian air bervariasi.

Enam daerah yang terdampak banjir saat ini diantaranya, Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Kotawaringin Barat, Kapuas dan Kota Palangka Raya.

Berdasarkan hasil analisis data dari Impact Based Forecast (BMKG), Satgas Banjir (PUPR) dan Inarisk (BNPB), maka perlu diantisipasi potensi Banjir pada tanggal 20 Januari 2024 di beberapa wilayah sebagai berikut:

1. Sulawesi Tengah ( WASPADA ).
2. Sulawesi Selatan ( WASPADA ).
3. Jawa Barat ( WASPADA ).
4. Jawa Timur ( WASPADA ).
5. Sulawesi Utara ( WASPADA ).
6. Aceh ( WASPADA ).
7. Lampung ( WASPADA ).
8. Sumatera Selatan ( WASPADA ).
9. Riau ( WASPADA ).
10. Maluku Utara ( WASPADA ).
11. Gorontalo ( WASPADA ).
12. Kalimantan Tengah ( WASPADA ).
13. Kalimantan Utara ( WASPADA ).
14. Jawa Tengah ( WASPADA ).
15. Kalimantan Timur ( WASPADA ).
16. Kalimantan Selatan ( WASPADA ).
17. Kepulauan Riau ( WASPADA ).
18. Sumatera Utara ( WASPADA ).
19. Papua ( WASPADA ).
20. Sulawesi Barat ( WASPADA ).

Bagi Pemerintah Daerah untuk dapat diambil langkah langkah antisipasi dan kesiapsiagaan dengan :

1. Memantau kondisi terkini lapangan dan menyebarkan informasi peringatan (curah hujan, tinggi muka air) dan potensi wilayah terdampak;
2. Koordinasi dengan stakeholder dalam penyiapan tim siaga bencana dan sumberdaya;
3. Mengidentifikasi tempat pengungsian termasuk infrastruktur pengungsian sesuai protokol kesehatan;
4. Mengidentifikasi kebutuhan logistik dan peralatan;
5. Memastikan alat peringatan dini berfungsi dengan baik;
6. Memastikan ketersediaan rambu dan jalur evakuasi.

Bagi Masyarakat untuk dapat diambil langkah langkah antisipasi dan kesiapsiagaan dengan:

1. Menyiagakan tim siaga bencana
(memantau kondisi terkini lapangan, melakukan koordinasi dengan aparatur Desa, menyiapkan evakuasi);
2. Menyimpan barang penting ke tempat aman;
3. Membatasi aktivitas di luar rumah;
4. Jika berada di luar rumah hindari pohon besar, baliho, dan saluran air/ gorong-gorong;
5. Menyiapkan tas siaga (makanan, minuman, obat, uang, pakaian, dokumen berharga dll).

”Pemprov bersama Pemkab dan instansi terkait, khususnya di Kalteng terus berupaya memberikan bantuan maupun himbauan kepada warga untuk lebih waspada terhadap bencana banjir,”ucap Ahmad Toyib. (red/tim)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *