BisnisEkonomiNasional

46 Tahun Dampingi UMKM, Yayasan Astra-YDBA Perkuat Akses ke Rantai Pasok Industri

×

46 Tahun Dampingi UMKM, Yayasan Astra-YDBA Perkuat Akses ke Rantai Pasok Industri

Sebarkan artikel ini
Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN Periode 2020 – 2026, Loto Srinaita Ginting (kedua kanan) didampingi Ketua Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra, Rahmat Samulo (tengah) dan Direktur PT Kawani Tekno Nusantara, Yadi Nugraha (paling kanan) saat berkunjung ke plant PT Kawani Nusantara yang merupakan salah satu UMKM Binaan Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra dan sudah berjalan hingga tiga generasi. (ist)

Jakarta, Nusaborneo.com – Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) terus memperkuat upaya peningkatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu naik kelas dan masuk ke dalam rantai pasok industri.

Memasuki usia ke-46 pada 2026, Yayasan Astra-YDBA mencatat telah mendampingi 2.030 UMKM aktif yang tersebar di 21 wilayah Indonesia. Pendampingan dilakukan melalui penguatan mentalitas berwirausaha, peningkatan kapabilitas bisnis, hingga pemenuhan standar industri.

Ketua Pengurus Yayasan Astra-YDBA menjelaskan, pembinaan difokuskan pada peningkatan kualitas, efisiensi biaya, dan ketepatan pengiriman atau Quality, Cost, and Delivery (QCD). Pendekatan tersebut bertujuan membantu UMKM memenuhi kebutuhan pelanggan sekaligus meningkatkan daya saing di sektor industri.

Salah satu program yang dijalankan adalah Program Development bagi UMKM Manufaktur, hasil kolaborasi Yayasan Astra-YDBA dengan enam Agen Pemegang Merek (APM) Grup Astra. Melalui program ini, peserta memperoleh pelatihan, pendampingan, serta asesmen untuk memenuhi standar yang dibutuhkan industri manufaktur.

Salah satu UMKM yang mengikuti program tersebut adalah PT Kawani Tekno Nusantara, perusahaan manufaktur dan fabrikasi berbasis job order yang berlokasi di Bandung.

Perusahaan tersebut telah menjadi mitra binaan Yayasan Astra-YDBA sejak sekitar 1990. Selama lebih dari tiga dekade, Kawani menjalani berbagai pendampingan, mulai dari perbaikan sistem manajemen, penguatan quality control, hingga transformasi proses produksi dari sistem manual menuju digital.

Direktur PT Kawani Tekno Nusantara, Yadi Nugraha, mengatakan tantangan utama dalam bisnis berbasis job order adalah tingginya dinamika permintaan pelanggan.

“Tantangan terbesar dalam bisnis job order seperti kami adalah harus selalu siap menghadapi perubahan setiap saat. Justru dari situ saya paling senang ketika mendapat pekerjaan unik yang bisa menurunkan biaya produksi dan meningkatkan profit. Itu yang terus menjadi semangat kami,” ujarnya.

Menurut Yadi, penerapan berbagai perbaikan proses turut mendorong peningkatan kinerja perusahaan. Kawani tercatat meraih Juara I Kompetisi 5R UMKM selama tiga tahun berturut-turut pada 2023, 2024, dan 2025. Perusahaan juga memperoleh status UMKM Mandiri pada 2024 serta mengantongi sertifikasi ISO.

Transformasi perusahaan kini dilanjutkan oleh generasi ketiga keluarga pendiri. General Manager PT Kawani Tekno Nusantara, Amjad Nugraha, mengatakan berbagai pembaruan yang dilakukan selama beberapa tahun terakhir tidak lepas dari proses pembinaan yang diterima.

“Dari inovasi manajemen sistem, quality control, hingga produksi, semuanya mengalami perkembangan dari yang dulunya serba konvensional menjadi digital. Ini semua berkat bantuan dan pelatihan dari Yayasan Astra-YDBA,” kata Amjad.

Melalui Program Development bagi UMKM Manufaktur, Kawani saat ini menjalani proses pendampingan dan evaluasi untuk memenuhi standar industri sebelum mengikuti asesmen akhir yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

Apabila memenuhi seluruh persyaratan, perusahaan tersebut berpeluang menjadi bagian dari rantai pasok Grup Astra, mengikuti jejak sejumlah UMKM binaan lainnya.

Data Yayasan Astra-YDBA menunjukkan, sepanjang 2025 UMKM binaannya telah memasok produk dan jasa kepada Grup Astra dengan nilai transaksi mencapai Rp4,9 triliun.

Selain itu, hingga akhir 2025 Yayasan Astra-YDBA mencatat telah melahirkan 449 UMKM Mandiri yang tergabung dalam Advance Club. Program pembinaan tersebut juga berkontribusi menciptakan 1.688 lapangan kerja baru serta menopang 12.394 tenaga kerja pada UMKM binaan di berbagai daerah.

Ke depan, Yayasan Astra-YDBA menyatakan akan terus memperluas jangkauan pembinaan, meningkatkan kolaborasi dengan berbagai mitra, serta memperkuat perannya sebagai pusat unggulan atau National Center of Excellence dalam pengembangan UMKM di Indonesia.

Naskah ini dibuat dengan karakteristik yang umum dijumpai pada berita Kompas.com: lead langsung pada fakta utama, alur kronologis, penggunaan kutipan secara proporsional, serta bahasa yang lebih netral dan informatif. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *