Palangka Raya, Nusaborneo.com – Program perbaikan rumah tidak layak huni yang menargetkan pembangunan sebanyak 600 unit di Kota Palangka Raya mendapat perhatian serius dari kalangan legislatif.
DPRD Kota Palangka Raya menyatakan siap mengawal pelaksanaan program tersebut agar berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan mengatakan, pihaknya akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap seluruh tahapan program, mulai dari proses pendataan penerima hingga pelaksanaan pembangunan di lapangan.
“Program peningkatan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi Rumah Layak Huni (RLH) tersebut menggunakan anggaran dari pemerintah pusat melalui APBN, maka pengelolaannya harus dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ucapnya, Jumat (6/3/2026).
Setiap penggunaan anggaran negara harus jelas pertanggungjawabannya. Karena itu akan memastikan pelaksanaan program ini berjalan sesuai aturan yang berlaku.
“Pengawasan yang dilakukan DPRD bukan untuk menghambat jalannya program, melainkan untuk memastikan bantuan tersebut benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat penerima,” tambahnya.
Selain iti juga mendorong pemerintah kota bersama pihak terkait untuk memperkuat koordinasi, baik dengan perangkat kelurahan maupun pelaksana teknis di lapangan. Langkah ini dinilai penting agar proses pembangunan rumah dapat berjalan lancar tanpa kendala administratif.
“Program bedah rumah memiliki dampak yang cukup besar bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hunian yang layak akan memberikan kenyamanan sekaligus mendukung kesehatan serta kesejahteraan keluarga,” tuturnya.
Rumah yang layak tentu sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat. Selain memberikan rasa aman dan nyaman, juga berdampak pada kesehatan serta perkembangan anak dalam keluarga.
“DPRD Kota Palangka Raya berharap program pembangunan 600 unit rumah tersebut dapat direalisasikan dengan baik dan selesai sesuai jadwal. Dengan demikian, program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus mengurangi kesenjangan sosial di daerah tersebut,” ungkapnya. (red/yd)













