“Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan dasar di desa harus terus kita perkuat dalam pendekatan Holistik Integratif, yang mencakup pelayanan kesehatan, pendidikan anak usia dini, perlindungan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa di Desa Trahean terdapat 72 balita, terdiri dari 19 anak usia 0–12 bulan, 21 anak usia 1–2 tahun, dan 32 anak usia di atas 3 tahun.
Selain itu, terdapat 9 ibu hamil, dua di antaranya mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK), yang menjadi perhatian serius dalam upaya perbaikan gizi masyarakat.
Melly juga mengapresiasi peran aktif seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan layanan Posyandu, termasuk kader, tenaga kesehatan, serta pengurus TP PKK di berbagai tingkatan.
“Kehadiran para ibu bersama balita di posyandu adalah cerminan kepedulian dan komitmen keluarga terhadap kesehatan generasi penerus. Mari kita jaga momentum ini, dan terus tingkatkan sinergi antara pemerintah daerah, TP PKK, tenaga kesehatan, kader desa, dan seluruh masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Barito Utara, Camat Teweh Selatan, Kepala Desa Trahean, serta para pengurus dan ketua TP PKK tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa.(red/sh)













