“Kami menyambut baik kegiatan ini. Literasi keuangan syariah sangat penting agar masyarakat bisa memahami serta memanfaatkan produk-produk investasi yang sesuai dengan prinsip syariah. Ini bukan hanya soal keuntungan, tapi juga keberkahan,” ujar Bupati.
Ia juga menegaskan pentingnya memperluas ekosistem ekonomi syariah di daerah, serta mendorong partisipasi masyarakat untuk aktif terlibat dalam instrumen investasi halal yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.
“Keberadaan MES harus menjadi penggerak utama dalam membumikan ekonomi syariah di Bumi Tingang Menteng Panunjung Tarung. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat rutin dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat,” tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Kapuas Dodo SP, Kepala Kantor Perwakilan BEI Kalimantan Tengah Stepanus Cahyo Adiraja, perwakilan OJK Provinsi Kalimantan Tengah, narasumber dari BEI Derry Yustira, perwakilan dari KISI Sekuritas Fitri Tarulina, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, serta Ketua dan Dewan Pakar MES Kabupaten Kapuas.
Ketua MES Kapuas, Salman, dalam laporannya menyebutkan bahwa peserta roadshow kali ini berasal dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan, dengan jumlah sekitar 75 orang.
“Kami ingin mengenalkan pasar modal syariah sebagai bentuk investasi modern yang inklusif. Sesuai tema yang diangkat, kami percaya investasi syariah bisa menjadi gaya hidup keuangan baru yang positif bagi semua kalangan,” ujarnya.
Acara ditutup dengan sesi pemaparan materi dan diskusi interaktif yang membahas instrumen pasar modal syariah, seperti sukuk, saham syariah, serta peran investor ritel dalam membangun ekonomi nasional berbasis nilai-nilai Islam.
Pemerintah Kabupaten Kapuas bersama MES menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi syariah, baik dari sisi literasi maupun implementasi, sebagai bagian dari upaya pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan. (red/hp)













