Dalam sambutannya, Wahyudi menilai PCNU Barito Utara telah menunjukkan komitmen tinggi melalui penyelenggaraan kaderisasi yang tertata dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa capaian ini dapat menjadi role model bagi cabang-cabang lain di Kalimantan Tengah.
“Barito Utara sudah mengambil langkah maju. Ini bisa menjadi acuan bagi PCNU Kapuas, Pulang Pisau, Lamandau, Sampit, hingga Palangka Raya untuk menggerakkan kaderisasi secara sistematis,” ujarnya.
Wahyudi menargetkan seluruh PCNU di Kalteng sudah melaksanakan pendidikan kader sebelum Muktamar 2027. Ia mengungkapkan bahwa penyelenggaraan kegiatan kaderisasi di Kalteng terus berkembang dan Barito Utara termasuk yang paling konsisten berpartisipasi dalam agenda nasional.
“Dari delapan penyelenggaraan tingkat nasional, Barito Utara selalu hadir dengan semangat penuh. Insyaallah Februari nanti sebelum Ramadan, pendidikan tingkat menengah akan kembali digelar,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia mengajak seluruh kader untuk meneladani semangat para muassis NU, terutama dalam menjaga keikhlasan dan dedikasi bagi organisasi.
“Setiap pengurus NU adalah santri Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Santri yang istiqomah akan selalu mendapat doa kebaikan hingga anak cucunya,” tuturnya.
Wahyudi juga menyoroti tantangan yang dihadapi daerah, termasuk adanya pemangkasan anggaran pemerintah. Meski demikian, ia menekankan bahwa semangat kaderisasi dan dakwah tidak boleh terhambat.
“Situasi boleh menantang, tetapi energi perjuangan tidak boleh redup. NU harus tetap hadir sebagai perekat umat dan penjaga harmoni bangsa,” tegasnya.
Ia menutup sambutan dengan harapan agar seluruh peserta diberi kekuatan untuk menjalani rangkaian pendidikan hingga tuntas.
“Semoga kita selalu diberi kesehatan dan keistiqomahan dalam menuntaskan proses kaderisasi ini,” pungkasnya. (red)













