Pemprov Kalteng

Ditempa di SPN, Siswa SMAN 2 Palangka Raya Rasakan Transformasi Karakter Lewat PKS

×

Ditempa di SPN, Siswa SMAN 2 Palangka Raya Rasakan Transformasi Karakter Lewat PKS

Sebarkan artikel ini
Rizki Nur dan Faiz Putra Fenendita, peserta Polisi PKS asal SMAN 2 Palangka Raya. (ist) 

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Program Polisi Keamanan Sekolah (PKS) yang dilaksanakan di Sekolah Polisi Negara (SPN) milik Polda Kalimantan Tengah memberikan pengalaman berharga bagi peserta dari kalangan pelajar. Dua siswa SMAN 2 Palangka Raya, Rizki Nur dan Faiz Putra Fenendita, mengaku mendapatkan pembelajaran mendalam tentang kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepemimpinan setelah mengikuti rangkaian kegiatan tersebut, Sabtu (14/2/2026).

Keduanya dipercaya mewakili sekolah dalam program pembinaan PKS. Namun lebih dari sekadar penugasan, Rizki dan Faiz menyebut keikutsertaan mereka didorong oleh keinginan pribadi untuk membentuk karakter dan meningkatkan kedisiplinan diri.

“Ini bukan hanya soal ditunjuk sekolah, tapi juga kemauan kami sendiri untuk berubah menjadi lebih baik dan bisa memberi contoh bagi teman-teman,” ujar Rizki.

Selama menjalani pembinaan di SPN, peserta langsung digembleng sejak hari pertama. Agenda dimulai dengan pengenalan lingkungan, dilanjutkan latihan fisik dan jasmani di pagi hari, serta pembekalan materi di dalam kelas. Materi yang diberikan mencakup pencegahan kekerasan terhadap anak, penanggulangan paham radikalisme dan terorisme, hingga penguatan wawasan kebangsaan dan kesadaran hukum.

Tak hanya itu, peserta juga dibekali materi kepemimpinan serta public speaking guna menyiapkan mereka sebagai pelopor ketertiban dan kedisiplinan di sekolah masing-masing. Menurut Faiz, seluruh rangkaian kegiatan tersebut menuntut kesiapan fisik dan mental, sekaligus melatih kedisiplinan dalam setiap aspek.

“Semua kegiatan diatur dengan ketat, tepat waktu, dan penuh tanggung jawab. Itu yang paling terasa,” kata Faiz.

Pengalaman mengikuti PKS menjadi titik balik bagi keduanya untuk berkomitmen membawa perubahan positif sepulang dari kegiatan. Mereka berharap nilai-nilai yang diperoleh dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Menariknya, saat diminta menggambarkan kegiatan PKS dengan satu kata, Rizki memilih istilah khas daerah, bahalap, yang berarti sangat baik atau luar biasa. Sementara Faiz menyimpulkan pengalamannya dengan satu kata yang paling membekas: disiplin.

Di akhir kegiatan, Rizki dan Faiz turut menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran S.Ikom atas dukungan pemerintah daerah dalam memberikan ruang pembinaan karakter bagi generasi muda melalui sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan. Program ini dinilai menjadi sarana penting dalam membentuk pelajar yang berintegritas, berjiwa kepemimpinan, dan siap menjadi teladan di lingkungan sekolah. (red/po)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *