Indramayu, Nusaborneo.com – Di tengah suasana libur panjang Hari Raya Idulfitri 2026, ketika sebagian besar aktivitas pemerintahan melambat, Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Indramayu justru tetap membuka pintu pelayanan. Langkah ini menjadi angin segar bagi para pemudik yang memanfaatkan momen pulang kampung untuk menyelesaikan urusan pertanahan yang selama ini tertunda.
Di ruang pelayanan yang tidak seramai hari kerja biasa, beberapa warga tampak datang silih berganti. Mereka membawa berkas, bertanya, dan mencari kepastian atas tanah yang menjadi bagian penting dari kehidupan mereka.
Syukron Hamdalah, petugas loket di Kantah Kabupaten Indramayu, mengatakan bahwa kehadiran layanan di masa libur ini memang ditujukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu.
“Memang tidak banyak yang datang, tapi yang membutuhkan tetap ada. Kebanyakan dari mereka adalah pemudik yang baru punya kesempatan mengurus saat Lebaran,” ujarnya, Senin (23/03/2026).
Bagi Syukron, bertugas di hari libur bukanlah beban. Justru sebaliknya, ia melihat ini sebagai kesempatan untuk lebih dekat dengan masyarakat. Ada kepuasan tersendiri ketika bisa membantu warga yang datang dari jauh dengan harapan besar terhadap penyelesaian urusan mereka.
“Kami senang bisa melayani, apalagi mereka datang dari luar daerah. Ini jadi bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat,” tambahnya.
Selama periode layanan terbatas yang dibuka pada 18, 19, 20, 23, dan 24 Maret 2026, masyarakat tetap dapat mengakses berbagai layanan, mulai dari konsultasi berkas, informasi pertanahan, hingga pengambilan dokumen yang telah selesai diproses. Meski sebagian layanan kini bisa diakses secara daring, interaksi langsung masih menjadi pilihan banyak warga.
Hal ini dirasakan oleh Siska, salah satu pemudik yang memanfaatkan layanan tersebut. Setelah lama merantau dan jarang pulang, ia akhirnya bisa mengurus persoalan tanah yang selama ini tertunda.
“Alhamdulillah sangat terbantu. Saya jarang pulang, jadi baru sempat urus sekarang. Untung kantornya tetap buka,” tuturnya.
Siska mengaku mengetahui informasi layanan tersebut melalui media sosial, yang kemudian mendorongnya untuk datang langsung ke kantor. Baginya, bertanya secara tatap muka memberikan kejelasan yang lebih dibandingkan hanya membaca informasi secara daring.
“Sekarang saya baru konsultasi soal berkas. Kalau sudah lengkap, besok datang lagi,” katanya dengan wajah lega.
Di balik layanan sederhana di hari libur itu, tersimpan cerita tentang dedikasi dan kebutuhan yang saling bertemu. Bagi petugas, ini adalah bentuk pengabdian. Sementara bagi warga, ini adalah kesempatan langka untuk menuntaskan urusan penting di kampung halaman.
Melalui layanan terbatas ini, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berupaya memastikan bahwa pelayanan publik tetap hadir, bahkan di saat sebagian orang tengah menikmati libur. Sebab bagi sebagian masyarakat, justru di momen seperti inilah waktu yang paling tepat untuk mengurus masa depan tanah mereka. (red/foto:ist)













