DPRD Palangka Raya

Edukasi Digital Dinilai Lebih Efektif daripada Sekadar Pembatasan Medsos Anak

×

Edukasi Digital Dinilai Lebih Efektif daripada Sekadar Pembatasan Medsos Anak

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari.

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Wacana pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur terus menjadi perhatian berbagai pihak. Namun, langkah tersebut dinilai belum cukup tanpa diimbangi dengan edukasi yang kuat terkait penggunaan teknologi secara bijak.

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, menegaskan bahwa media sosial kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi kalangan anak dan remaja. Kondisi ini membuat pendekatan yang dilakukan tidak bisa hanya sebatas larangan.

Menurutnya, anak-anak masih dalam tahap perkembangan sehingga belum memiliki kemampuan optimal untuk memilah informasi yang beredar di dunia digital. Hal ini berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif jika tidak disertai pendampingan yang tepat.

“Perlu ada perhatian bersama, karena anak-anak belum sepenuhnya mampu menyaring konten yang mereka konsumsi,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Ia mengakui bahwa media sosial memiliki banyak manfaat, seperti memperluas wawasan dan mempermudah akses informasi. Namun di sisi lain, banyak pula konten yang tidak akurat bahkan tidak layak dikonsumsi oleh anak-anak.

Oleh karena itu, pembatasan akses dinilai bisa menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko tersebut. Meski begitu, kebijakan tersebut tidak boleh berdiri sendiri tanpa dukungan edukasi digital yang memadai.

Rana menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi sekaligus membimbing anak dalam menggunakan media sosial secara sehat. Pendampingan yang konsisten diyakini mampu membentuk karakter anak agar lebih bijak dalam berinteraksi di ruang digital.

Selain keluarga, ia juga mendorong adanya sinergi antara pemerintah dan pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan digital yang aman dan edukatif. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman menyeluruh kepada anak mengenai manfaat dan risiko teknologi.

“Dengan kerja sama semua pihak, media sosial tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang positif,” tambahnya.

Ia berharap, melalui pendekatan yang seimbang antara pembatasan dan edukasi, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas digital serta mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat. (Yd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *