DPRD Palangka Raya

Tekan Kekerasan Sejak Hulu, DPRD Palangka Raya Serukan Edukasi Keluarga dan Sinergi Lintas Sektor

×

Tekan Kekerasan Sejak Hulu, DPRD Palangka Raya Serukan Edukasi Keluarga dan Sinergi Lintas Sektor

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua II Komisi III DPRD Palangka Raya, Sri Ani Rintuh.

Palangka Raya, Nusaborneo.com – DPRD Kota Palangka Raya mendorong pendekatan pencegahan yang lebih kuat dalam menekan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Upaya tersebut dinilai tidak cukup hanya mengandalkan penindakan, melainkan harus dimulai dari penguatan pemahaman di tingkat keluarga dan lingkungan sosial.

Wakil Ketua II Komisi III DPRD Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, menegaskan bahwa akar persoalan kekerasan kerap berangkat dari lemahnya komunikasi dan pengelolaan emosi dalam keluarga. Karena itu, peningkatan literasi sosial menjadi kunci penting yang harus diperkuat secara berkelanjutan.

“Pencegahan harus dimulai dari rumah. Ketika keluarga memiliki pemahaman yang baik tentang komunikasi dan pengasuhan, potensi konflik yang berujung kekerasan bisa ditekan,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia menilai, berbagai bentuk kekerasan seperti ucapan kasar, perundungan, hingga tekanan psikologis masih sering dianggap sepele. Padahal, tindakan tersebut memiliki dampak serius terhadap kondisi mental korban, khususnya perempuan dan anak.

Untuk itu, DPRD mendorong pemerintah kota menghadirkan program edukasi yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Program tersebut mencakup literasi pengasuhan anak, manajemen konflik keluarga, hingga etika berinteraksi di ruang sosial.

Selain aspek komunikasi, Sri Ani juga menyoroti faktor lain yang turut memicu kekerasan, seperti tekanan ekonomi dan penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, persoalan ini harus ditangani secara komprehensif melalui pemberdayaan ekonomi keluarga serta peningkatan edukasi bahaya narkoba.

“Pendekatan yang dilakukan harus menyeluruh, dari peningkatan kesejahteraan hingga akses rehabilitasi bagi yang membutuhkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, keluarga yang memiliki ketahanan ekonomi dan stabilitas psikologis cenderung lebih mampu menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.

DPRD pun berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga dapat terus diperkuat. Sinergi tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan, terutama bagi kelompok rentan. (red/yd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *