Palangka Raya, Nusaborneo.com – Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Dartland Atjeh, melakukan kunjungan reses perorangan ke Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya, Rabu (15/4/2026). Kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk berdialog langsung dengan civitas akademika sekaligus menyerap berbagai aspirasi terkait pengembangan kampus.
Dalam pertemuan itu, sejumlah persoalan strategis disampaikan pihak kampus, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan sarana dan prasarana, hingga dukungan terhadap kegiatan akademik maupun kemahasiswaan.
Faridawaty menegaskan, agenda reses menjadi sarana penting bagi wakil rakyat untuk mengetahui kebutuhan nyata masyarakat, termasuk di bidang pendidikan tinggi.
“Melalui reses ini kami bisa mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan di lapangan. Semua aspirasi tentu akan dicatat dan diperjuangkan sesuai kewenangan,” ujarnya.
Salah satu usulan yang mencuat ialah dorongan peningkatan status IAKN Palangka Raya menjadi universitas. Menurut Faridawaty, langkah tersebut merupakan cita-cita positif, namun harus dibarengi kesiapan menyeluruh.
Ia menilai pengembangan status kelembagaan harus sejalan dengan peningkatan fasilitas pendukung, kualitas akademik, serta kesiapan sumber daya manusia di lingkungan kampus.
Selain itu, kebutuhan infrastruktur dasar juga menjadi perhatian, seperti pembangunan asrama mahasiswa, kantin, lahan parkir, laboratorium, hingga penguatan sarana literasi akademik.
“Fasilitas yang memadai akan sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan dan pengembangan SDM. Ini menjadi hal penting yang perlu terus didorong,” katanya.
Tak hanya soal bangunan fisik, dalam dialog tersebut juga dibahas kebutuhan beasiswa, dukungan riset bagi dosen, serta ruang pengembangan seni dan kreativitas mahasiswa.
Faridawaty menegaskan pendidikan tinggi tidak boleh hanya berorientasi pada teori, tetapi juga harus memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat dan potensi diri.
“Mahasiswa perlu didukung tidak hanya dalam akademik, tetapi juga kreativitas, inovasi, dan pengembangan karakter. Itu bagian penting dari pendidikan yang utuh,” tandasnya. (red/yd)













