Muara Teweh, Nusaborneo.com – Kasus dugaan penipuan berkedok arisan online kembali mencuat di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Seorang perempuan berinisial AP melaporkan kerugian yang dialaminya setelah mengikuti tawaran arisan yang diduga tidak transparan.
AP telah dimintai keterangan oleh penyidik Satreskrim Polres Barito Utara sebagai saksi korban pada Kamis malam (30/4/2026). Dalam pemeriksaan tersebut, ia menguraikan kronologi awal hingga akhirnya memutuskan untuk ikut dalam arisan yang ditawarkan oleh seorang perempuan berinisial KDA.
Menurut AP, ketertarikannya muncul saat KDA menawarkan satu slot arisan yang disebut-sebut milik peserta lain berinisial SPS. Dengan pertimbangan tertentu, ia memutuskan untuk mengambil slot tersebut dengan nilai Rp75 juta.
“Saya tertarik karena dijanjikan pencairan dalam waktu dekat. Tapi saya batasi hanya Rp75 juta,” ungkap AP saat memberikan keterangan kepada awak media, Jumat (1/5/2026).
Namun, setelah melakukan transfer ke rekening KDA, kenyataan yang diterima tidak sesuai harapan. Saat dikonfirmasi langsung kepada pemilik slot, SPS, diketahui bahwa uang tersebut tidak pernah diterima.
Merasa dirugikan, AP mengaku total kerugian yang dialaminya mencapai Rp145 juta. Ia pun menegaskan tidak akan menempuh jalur damai dan memilih melanjutkan proses hukum agar kasus ini dapat diungkap secara tuntas.
“Saya ingin kasus ini diproses sampai jelas, supaya tidak ada korban lainnya,” tegasnya.
Sementara itu, penyidik juga berencana memanggil SPS untuk dimintai keterangan sebagai saksi guna memperjelas alur transaksi dalam kasus tersebut. SPS sendiri disebut telah menyatakan kesiapannya untuk memberikan keterangan demi mengungkap fakta yang sebenarnya.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran investasi atau arisan online yang menjanjikan keuntungan dalam waktu singkat tanpa kejelasan sistem dan transparansi. (red*)













