Pemprov Kalteng

Atasi Blank Spot, Pemprov Kalteng Targetkan Internet Masuk hingga Pelosok Desa

×

Atasi Blank Spot, Pemprov Kalteng Targetkan Internet Masuk hingga Pelosok Desa

Sebarkan artikel ini
Plt. Kadiskominfosantik Kalteng, Rangga Lesmana. (ist) 

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Di tengah hamparan luas wilayah Kalimantan Tengah yang masih menyimpan banyak wilayah terpencil, harapan akan konektivitas perlahan mulai menyala.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan akses internet yang merata, terutama bagi masyarakat desa yang selama ini hidup dalam keterbatasan jaringan atau blank spot.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng, Rangga Lesmana, menyampaikan bahwa meski seluruh kantor desa telah terhubung dengan internet sejak 2024, kenyataannya masih banyak fasilitas publik yang belum menikmati akses serupa.

“Kami ingin memastikan internet tidak hanya ada di kantor desa, tetapi benar-benar hadir di tengah kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Pada tahun 2026 ini, pemerintah menargetkan penguatan jaringan internet di 2.080 titik fasilitas publik desa. Fokusnya bukan sekadar angka, melainkan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari kemudahan akses pendidikan hingga layanan kesehatan yang lebih cepat dan responsif.

Pendekatan yang diambil pun tidak seragam. Pemerintah memahami bahwa setiap desa memiliki kebutuhan berbeda. Ada desa tanpa sekolah, ada pula yang belum memiliki fasilitas kesehatan. Karena itu, pemasangan jaringan akan disesuaikan dengan fasilitas yang paling dibutuhkan warga setempat, seperti Puskesmas Pembantu (Pustu), sekolah dasar, atau SMP.

Wilayah-wilayah dengan tantangan geografis berat menjadi prioritas utama. Daerah seperti Arut Utara, Antang Kalang, Parenggean, hingga sebagian besar Murung Raya masih menghadapi kesulitan akses, baik secara fisik maupun digital.

Untuk menjangkau daerah-daerah ini, pemerintah akan memanfaatkan teknologi internet berbasis satelit. Langkah ini diharapkan mampu menembus keterbatasan infrastruktur konvensional yang selama ini menjadi kendala.

Namun, pemerintah tidak ingin program ini berjalan tanpa arah. Setiap usulan titik pemasangan akan melalui proses verifikasi dan validasi langsung di lapangan, guna memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran dan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Bagi warga desa, kehadiran internet bukan hanya soal sinyal, tetapi juga tentang peluang, peluang belajar, berusaha, hingga terhubung dengan dunia luar. Upaya ini menjadi langkah nyata menuju kesetaraan akses, agar tak ada lagi daerah yang tertinggal dalam arus digital yang terus berkembang. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *