Sampit, Nusaborneo.com – Di tengah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang dikeluhkan warga selama lebih dari sebulan terakhir, jajaran Polres Kotawaringin Timur bergerak melakukan razia terhadap praktik pelangsiran BBM di sejumlah SPBU dalam Kota Sampit, Kalimantan Tengah.
Hasilnya, sedikitnya delapan unit mobil yang diduga digunakan untuk melangsir BBM subsidi berhasil diamankan polisi. Kendaraan roda empat tersebut diketahui telah dimodifikasi pada bagian tangki untuk menampung BBM dalam jumlah besar.
Razia dilakukan secara mendadak menyusul keresahan masyarakat akibat antrean panjang kendaraan di hampir seluruh SPBU di Sampit. Antrean bahkan terjadi sepanjang hari selama stok Pertalite maupun Solar subsidi masih tersedia.
Kapolres Kotawaringin Timur, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, mengatakan kendaraan yang diamankan memiliki modifikasi khusus untuk memudahkan pelangsiran BBM.
Menurutnya, tangki kendaraan diperbesar dan dipasangi pompa penyedot yang terhubung ke jeriken di dalam mobil untuk memindahkan BBM secara cepat.
“Langkah ini kami lakukan sebagai upaya pencegahan terhadap aktivitas ilegal dalam distribusi BBM subsidi. Kendaraan yang diamankan rata-rata sudah dimodifikasi dan tidak sesuai spesifikasi,” ujar Kapolres, Jumat sore.
Polisi menegaskan razia akan terus dilakukan untuk menekan praktik penimbunan maupun pelangsiran BBM subsidi yang dinilai merugikan masyarakat. (red/tim)













