Pulang Pisau, Nusaborneo.com – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau terus memperkuat langkah pencegahan dan penanganan stunting melalui pendekatan lintas sektor. Upaya tersebut dinilai penting agar masalah gizi kronis pada anak dapat ditangani secara menyeluruh, mulai dari masa kehamilan hingga tumbuh kembang balita.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A2KB) Kabupaten Pulang Pisau, dr. Pande Putu Gina, mengatakan penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai pihak.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan adalah pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita yang terindikasi mengalami stunting. Program tersebut bertujuan membantu memperbaiki asupan gizi anak agar pertumbuhan mereka dapat kembali optimal.
Selain intervensi gizi, pemerintah juga mengedepankan deteksi dini melalui kegiatan penimbangan dan pengukuran balita secara rutin di posyandu.
“Pemantauan rutin sangat penting untuk mengetahui kondisi pertumbuhan anak sejak awal sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” kata Pande, Rabu (10/6/2026).
Ia berharap tingkat kehadiran balita di posyandu di setiap desa dapat mencapai minimal 90 persen setiap bulan. Dengan demikian, perkembangan kesehatan anak dapat terpantau secara berkelanjutan.
Pande menjelaskan, upaya pencegahan stunting juga dimulai sejak masa kehamilan. Ibu hamil dianjurkan menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala sedikitnya enam kali selama masa kehamilan. Selain itu, pemberian tablet tambah darah bagi ibu hamil dan ibu menyusui terus didorong guna menjaga kondisi kesehatan ibu dan janin.
Di sisi lain, program keluarga berencana (KB) juga menjadi bagian dari strategi pencegahan stunting. Pengaturan jarak kelahiran minimal dua tahun dinilai dapat membantu menjaga kesehatan ibu sekaligus meningkatkan peluang anak untuk tumbuh secara sehat.
Tak hanya fokus pada aspek kesehatan, pemerintah daerah juga memperhatikan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap stunting. Perbaikan sanitasi permukiman dan peningkatan akses air bersih terus dilakukan sebagai langkah pendukung dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi keluarga.
Melalui kolaborasi berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau berharap prevalensi stunting dapat terus menurun sehingga kualitas kesehatan anak-anak di daerah tersebut semakin meningkat pada masa mendatang. (red/tn)













