Palangka Raya, Nusaborneo.com – Warga Jalan G Obos XXIV, Kota Palangka Raya, digegerkan dengan penemuan seorang mahasiswa yang meninggal dunia di dalam kamar kosnya, Minggu (14/6/2026) sore. Korban diketahui berinisial LF (19), mahasiswa program studi keperawatan asal Kabupaten Barito Selatan.
Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh pemilik kos setelah keluarga menghubungi dan meminta dilakukan pengecekan. Sebelumnya, orang tua korban merasa khawatir karena LF tidak bisa dihubungi sejak siang hari dan nomor teleponnya dalam keadaan tidak aktif.
Pemilik kos, Yanto, mengatakan dirinya mendatangi kamar korban sekitar pukul 14.45 WIB setelah menerima permintaan dari keluarga. Saat pintu kamar dibuka, ia terkejut melihat korban sudah tergantung di balik pintu kamar.
“Saat saya cek, pintunya tidak terkunci. Ketika masuk, saya melihat korban sudah tergantung di dalam kamar,” ujarnya.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada warga sekitar dan Ketua RT setempat. Selanjutnya, pihak kepolisian dari Polresta Palangka Raya bersama Tim Inafis Satreskrim mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas mengamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya telepon genggam, kartu identitas, kartu BPJS, serta dokumen rekam medis. Polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi guna melengkapi proses penyelidikan.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Ruang Jenazah RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya untuk dilakukan pemeriksaan. Berdasarkan hasil visum awal, korban diperkirakan telah meninggal sekitar dua jam sebelum ditemukan dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya.
Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya AKP Eka Palti Arie Putra Hutagaol mengatakan, sejauh ini tidak ditemukan indikasi tindak pidana maupun keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut.
“Dari keterangan saksi, korban tinggal seorang diri di kos dan diduga sedang menghadapi persoalan asmara. Namun demikian, kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan latar belakang kejadian ini,” katanya.
Polisi mengimbau masyarakat yang mengalami tekanan psikologis atau masalah pribadi agar tidak menghadapi sendiri dan segera mencari bantuan kepada keluarga, sahabat, maupun layanan profesional yang tersedia. (red/am)













