NewsPemko Palangka Raya

Geger! Dua Ular Piton 3,5 Meter Bersarang di Bawah Lantai Dapur Rumah Warga

×

Geger! Dua Ular Piton 3,5 Meter Bersarang di Bawah Lantai Dapur Rumah Warga

Sebarkan artikel ini
Tim Rescue BPK Kamboja saat melakukan evakuasi dua ekor ular piton dari bawah lantai dapur rumah warga.

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Tim Rescue BPK Kamboja mengevakuasi dua ekor ular piton berukuran besar yang ditemukan bersarang di bawah lantai dapur rumah warga di Jalan Anggrek, seberang Terminal W.A. Garra Lingkar Luar, Kota Palangka Raya, Kamis (6/8/2026).

Kedua ular piton tersebut diketahui sedang mengerami telur di ruang kosong atau bagian lantai keramik yang mengalami kondisi kopong. Masing-masing ular memiliki panjang sekitar 3,5 meter dengan diameter sekitar 3,5 inci.

Inspektur Ahli Muda Kebakaran BPK Kamboja, Sucipto, mengatakan evakuasi dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari warga terkait keberadaan ular piton besar di bawah lantai rumah.

“Tim Rescue BPK Kamboja langsung menindaklanjuti laporan warga. Saat tiba di lokasi, ular piton ditemukan berada di bawah lantai dapur yang sebelumnya dibongkar oleh pemilik rumah bersama tukang,” ujar Sucipto.

Awalnya, pemilik rumah dan tukang batu sedang memecahkan lantai keramik dapur karena menemukan bagian bawah lantai dalam kondisi kosong. Saat keramik dibongkar sekitar 2 meter persegi, terlihat seekor ular piton melingkar di dekat pintu penghubung dapur dan ruang tengah.

Tidak hanya satu, ular tersebut ternyata sedang mengerami sebanyak 35 butir telur. Telur-telur itu berukuran cukup besar, bahkan disebut hampir sebesar telur angsa dan saling menempel seperti direkatkan.

Karena khawatir dengan risiko evakuasi mandiri, pemilik rumah kemudian meminta bantuan Tim Rescue BPK Kamboja.

Setibanya di lokasi, personel langsung menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap dan menyiapkan peralatan khusus untuk menangkap ular. Proses evakuasi sempat mendapat perlawanan dari ular piton tersebut.

“Proses evakuasi ular pertama berlangsung sekitar 45 menit hingga akhirnya berhasil diamankan ke dalam karung dan dimasukkan ke mobil box pemadam BPK Kamboja,” jelas Sucipto.

Namun, sebelum meninggalkan lokasi, pemilik rumah dan tukang masih merasa khawatir apakah masih ada ular lain di bawah lantai. Tim Rescue BPK Kamboja kemudian menyarankan agar sisa lantai keramik yang belum dibongkar kembali diperiksa.

Sekitar 15 menit kemudian, lantai keramik tambahan berukuran sekitar 1 meter x 1 meter berhasil dibuka. Saat itu, kembali ditemukan seekor ular piton lain yang juga sedang mengerami 35 butir telur.

Ular kedua dengan ukuran yang sama sempat menghilang saat proses evakuasi berlangsung. Tim kemudian bekerja sama dengan pemilik rumah dan tukang untuk membuka bagian lantai yang masih tertutup.

Setelah pencarian dilakukan dengan hati-hati, ular tersebut akhirnya ditemukan dan berhasil dievakuasi dalam waktu sekitar 35 menit.

“Total ada dua ekor ular piton dengan panjang masing-masing sekitar 3,5 meter dan telur masing-masing 35 butir. Seluruhnya kemudian diamankan untuk dilepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari permukiman warga,” kata Sucipto.

Tim Rescue BPK Kamboja mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila menemukan satwa liar berbahaya di sekitar rumah, terutama ular berukuran besar, untuk menghindari risiko bagi warga maupun satwa tersebut. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *