Palangka Raya, Nusaborneo.com – Kekecewaan peternak ayam ras di Kota Palangka Raya terhadap pemadaman listrik yang berulang memuncak. Pada Rabu (29/7/2026), sejumlah pekerja membawa satu mobil pikap berisi ribuan bangkai ayam dan membuangnya di depan Kantor PLN UP3 Palangka Raya di Jalan Ahmad Yani sebagai bentuk protes.
Aksi tersebut dilakukan setelah ribuan ayam di kandang dilaporkan mati akibat terganggunya sistem ventilasi selama listrik padam.
Salah seorang pekerja peternakan, Daniel, mengatakan pemadaman listrik yang berlangsung cukup lama membuat sirkulasi udara di dalam kandang berhenti beroperasi. Kondisi itu semakin sulit karena generator cadangan yang dimiliki peternakan sedang mengalami kerusakan sehingga tidak dapat menggantikan pasokan listrik utama.
“Ventilasi tidak berfungsi saat listrik padam. Genset kami juga rusak, sehingga ribuan ayam mati di dalam kandang,” kata Daniel.
Menurut dia, jadwal pemadaman juga berubah dari informasi yang sebelumnya diterima. Perubahan tersebut membuat pihak peternakan tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan langkah antisipasi agar kematian ternak dapat diminimalkan.
Akibat kejadian itu, peternak mengaku mengalami kerugian besar. Mereka berharap PLN memberikan kepastian jadwal pemadaman serta solusi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Daniel juga menyampaikan peringatan bahwa aksi serupa akan kembali dilakukan apabila pemadaman listrik masih terus terjadi.
“Hari ini kami hanya membawa satu pikap. Kalau besok listrik masih padam dan ayam kembali mati, kami akan membawa lebih banyak bangkai ayam ke kantor PLN sebagai bentuk protes,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN terkait aksi protes maupun tuntutan yang disampaikan peternak. (Red/tn)













